Lagi, Emak-emak Gerebek Rumah Diduga Pengedar Narkoba, Penghuni Ngaku Sudah Tobat
Septrina Ayu Simanjorang July 09, 2026 08:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Lagi, emak-emak gerebek rumah diduga pengedar narkoba.

Penghuni mengaku sudah bertobat.

Kali ini emak-emak geruduk  rumah diduga bandar narkoba di Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Baca juga: Modus Buka Warung di Tikungan Amoy, Pria di Sibolangit Ternyata Nyambi Jual Sabu ke Sopir Truk

Emak-emak itu nekat mendatangi dan menggeruduk tiga rumah warga yang dicurigai sebagai tempat peredaran barang haram tersebut.

Aksi penggerudukan ini terjadi di Desa Rantau Kapas Mudo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari. 

Informasi yang beredar, emak-emak yang berjumlah sekira 70 orang tersebut secara bergantian menyambangi tiga titik lokasi rumah yang berada di RT berbeda sejak sore hari.

Baca juga: Beras Premium Sulit Ditemukan di Ritel Modern Medan, Harga Ikut Naik

Meskipun sempat memicu ketegangan di lingkungan sekitar, aksi penyampaian aspirasi dan penolakan peredaran narkoba oleh massa emak-emak ini dipastikan berjalan aman dan tetap kondusif tanpa ada tindakan anarkis.

Kepala Desa Rantau Kapas Mudo, Arwinsyah, membenarkan adanya aksi demo dari kalangan ibu-ibu di wilayahnya yang merasa tidak nyaman dengan maraknya peredaran narkoba jenis sabu.

"Memang betul ada aksi dari ibu-ibu yang merasa tidak nyaman terkait maraknya peredaran sabu. Namun, ibu-ibu yang berjumlah sekira 70 orang tersebut berasal dari warga Desa Pelayangan. Hal ini memang kelanjutan dari kejadian di Pelayangan tersebut," katanya.

Baca juga: Surat Kejagung Minta Jajaran Tak Bicara Perkara Beredar, Ini Kata Kejatisu 

Ia merincikan, aksi penggerudukan oleh warga tersebut menyasar tiga rumah berbeda yang diduga menjadi tempat pengedar narkoba.

"Kejadian ini terjadi di tiga rumah di beda RT yang diduga pelaku pengedar narkoba. Pertama pada pukul empat sore di RT 09, kemudian pada pukul 17.30 berada di RT 06. Rinciannya, satu rumah di RT 06 dan dua rumah di RT 09. Meskipun dilakukan oleh puluhan orang, aksi damai ini masih kondusif," ujarnya.

Menyikapi tuntutan warga, ia langsung memfasilitasi mediasi bersama aparat penegak hukum guna meredam situasi.

Baca juga: QRESTO Didorong di Medan, Rico Waas: Pajak Restoran Harus Transparan dan Akuntabel

"Pada hari ini kami bersama unsur terkait, khususnya dari pihak Kasat Narkoba, sudah melakukan mediasi dan disepakati terkait adanya sanksi sosial," tambahnya.

Ia juga menyebut pihak kepolisian juga telah bergerak melakukan tindakan di lokasi, namun tidak ditemukan barang bukti pendukung.

"Diduga pelaku juga sudah dilakukan penggerebekan oleh pihak kepolisian di tempat, namun memang tidak ditemukan barang bukti tersebut. Pelaku juga mengakui bahwa dirinya sudah tidak melakukan hal ini lagi," terangnya.

Menutup keterangannya, ia meminta masyarakat ke depan untuk menyampaikan keluhan secara resmi melalui jalurnya.

"Untuk menyampaikan aspirasi warga ke depannya, saya minta untuk diarahkan langsung ke rumah saya," pungkasnya. 

Sebelumnya, beredar di media sosial, emak-emak menggerebek diduga barak narkoba di wilayah Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Dalam video yang beredar, emak-emak yang diperkirakan hanya seorang diri menyorotkan kamera handphonenya ke sebuah rumah disebut milik pasangan suami istri.

"Ini rumah bandar sabu, ya. Rumah bandar sabu si Uki. Suami istri bandar sabu,"kata perekam video, dilihat, Rabu (24/6/2026).

Setelah menyorot bagian rumah diduga bandar, perekam beralih ke bagian belakang rumah.

Dari kejauhan terlihat gubuk-gubuk terbuat dari kayu, berjajar memanjang beratapkan tenda.

Begitu di dekati, tampak ada meja billiar, dan sejumlah orang sedang bermain kartu.

Tak puas di bagian depan, emak-emak ini langsung masuk ke dalam.

Di bagian dalam, tampak seseorang sedang duduk, tapi di mejanya banyak terdapat alat hisap sabu-sabu.

"Ini lapak bandar sabu si Uki dan istrinya si Kiki. Ini penjaga dan penjualnya,"tambahnya.

Melihat emak-emak datang, pria mengenakan koplok yang disebut sebagai penjaga tak berdaya, meski topinya ditarik.

Kemudian, perekam masuk ke dalam lagi merekam seorang pria sedang asyik menghisap sabu-sabu.

Karena panik, pria tersebut langsung kabur meninggalkan lokasi.

"Kenapa di Uki buka bandar sabu disini, gak ditangkap. Ada apa,?tanyanya.

 

 

(*/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.