TRIBUNJATENG.COM, PATI — Kesabaran warga Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati tampaknya sudah habis.
Sebagai bentuk protes atas kondisi jalan kabupaten yang rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki selama puluhan tahun, warga menggelar aksi unik dengan menyulap kubangan jalan menjadi kolam ikan lele dadakan.
Puluhan ekor ikan lele hidup sengaja dilepaskan ke dalam kubangan air besar tersebut untuk kemudian dipancing atau ditangkap oleh anak-anak setempat.
Baca juga: Pemkot Semarang Akan Perbaiki Jalan Rusak di Tanjakan Kalipancur
Jalan utama penghubung antarkecamatan ini membentang sepanjang lebih dari 300 meter.
Menurut kesaksian warga, jalur vital tersebut sama sekali belum pernah tersentuh perbaikan fisik yang merata selama kurun waktu 20 hingga 25 tahun terakhir.
Kondisi ini kian diperparah oleh tingginya mobilitas kendaraan berat, seperti truk tronton bermuatan material dari aktivitas tambang galian C yang melintasi kawasan tersebut.
Salah seorang warga Desa Godo, Lasno, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap kelalaian pemerintah daerah.
Ia menyebut pembiaran ini sudah melampaui beberapa periode kepemimpinan kepala daerah.
"Ini sudah 25 tahun kurang lebih. Ini jalan rusak enggak diperbaiki sama sekali," ujar dia, Kamis (9/7/2026).
Lasno menambahkan bahwa kerusakan jalan yang sangat parah telah mengakibatkan banyak pengendara mengalami kecelakaan di jalur tersebut.
Motif pelepasan ikan lele ini sengaja dilakukan warga agar anak-anak sekitar bisa bermain, sekaligus menyindir para pemangku kebijakan.
Melalui aksi kreatif namun menggelitik ini, ia menaruh harapan besar agar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati segera mengambil langkah konkret untuk membenahi jalan utama tersebut, mengingat statusnya sebagai akses perekonomian penting warga.
Senada dengan Lasno, warga lainnya bernama Muhar membenarkan bahwa kubangan air yang memenuhi jalan saat musim hujan sudah menyerupai kolam renang umum.
Lebih lanjut, Muhar menjelaskan bahwa aksi menabur lele ini merupakan bentuk protes lanjutan setelah sebelumnya warga juga sempat menanam pohon pisang di tengah jalan.
Baca juga: Dikritik Jalan Rusak Jateng Bertambah 10 Persen Setahun, Ahmad Luthfi Bandingkan dengan Makkah
Menurutnya, keluhan utama masyarakat adalah ancaman keselamatan lantaran kondisi jalan yang sangat licin dan digenangi air kala hujan, serta kepulan debu pekat yang mengganggu kesehatan saat cuaca kering.
Warga berharap agar jalan tersebut tidak hanya sekadar ditambal, melainkan dibangun ulang secara layak dan dilakukan pelebaran demi keselamatan bersama. (mzk)