Warga Pati Protes Jalan Rusak, Lubang Dijadikan Kolam Lele
Hari Susmayanti July 10, 2026 07:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, PATI - Warga menjadikan jalan rusak di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati sebagai kolam lele. 

Aksi ini sebagai bentuk protes karena selama 25 tahun tahun ruas berstatus jalan kabupaten ini tak tersentuh perbaikan.    

Warga pun menebar ikan lele di kubangan jalan yang dipenuhi genangan air. 

Sebelumnya, warga juga sempat menanam pohon pisang di tengah jalan penghubung Kecamatan Winong dan Kecamatan Tambakromo itu.

Mukar, salah satu warga mengungkapkan, kerusakan jalan sudah berlangsung lebih dari 20 tahun tanpa adanya perbaikan yang signifikan. 

Menurut dia, setiap musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan besar yang membahayakan pengendara. 

Sementara saat musim kemarau, debu dari material jalan yang rusak mengganggu aktivitas warga.

"Sudah lebih dari 20 tahun belum ada perbaikan sama sekali. Jalan sepanjang sekitar 300 meter ini merupakan jalan kabupaten yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum," ujar Mukar saat ditemui di lokasi, Kamis (9/7/2026).    

Ia mengatakan, kondisi jalan yang rusak kerap memicu kecelakaan karena dipenuhi lubang. 

"Banyak yang jatuh saat melintas. Kalau hujan air menggenang, kalau kemarau debunya sangat banyak," katanya.

Meski kondisinya rusak parah, jalan selebar sekitar empat meter tersebut menjadi jalur utama masyarakat dan sering dilalui kendaraan berat, termasuk truk bertonase besar. 

Bahkan, menurut Mukar, beberapa waktu lalu kendaraan milik TNI juga melintasi ruas jalan tersebut.

"Truk besar dari batalion juga lewat sini. Jalannya ramai, tapi kondisinya seperti ini," ungkapnya.

Ia mengaku sempat mendengar adanya rencana pembangunan jalan pada tahun 2026. Namun, hingga kini belum terlihat adanya aktivitas pengerjaan di lapangan. 

"Katanya mau dibangun tahun ini, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya," tambahnya. 

Aksi protes warga semakin menarik perhatian ketika sejumlah anak-anak terlihat menangkap ikan lele di kubangan jalan. 

Lasno, salah seorang warga Desa Godo, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk sindiran agar pemerintah segera memperbaiki jalan yang telah lama rusak.

"Sudah sekitar 25 tahun jalan ini tidak pernah diperbaiki. Dari masa Pak Tasiman (mantan Bupati Pati) sampai sekarang belum ada perubahan," tegasnya.

Warga juga membentangkan spanduk di tepi jalan dan menyerukan agar Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra segera merealisasikan janji perbaikan. 

"Harapan kami Pak Risma Ardhi Chandra segera memperbaiki jalan ini. Sudah terlalu lama masyarakat menunggu," ujarnya.

Menurut Lasno, keberadaan jalan tersebut sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat. 

Terlebih dalam waktu dekat kawasan tersebut juga akan menjadi akses menuju pembangunan batalion TNI.

"Ini jalur utama. Nantinya juga akan mendukung akses menuju batalion, sehingga perbaikannya sangat mendesak," katanya.

Baca juga: Dimulai dari Gotong-royong, UMKM Bergerak, Ekonomi Warga Jurangombo Utara pun Hidup

Rencana pemerintah

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, memastikan bahwa ruas jalan Angkatan Lor–Godo telah masuk dalam program pembangunan tahun 2026. 

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar untuk peningkatan jalan tersebut.

"Jalan Desa Angkatan Lor–Godo merupakan kewenangan Kabupaten Pati. Tahun 2026 sudah dialokasikan anggaran Rp 2,5 miliar dan saat ini masih dalam proses perencanaan," jelas Hasto melalui pesan singkat.

Saat ini, DPUTR masih menyusun gambar teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). 

Setelah itu akan dilanjutkan dengan proses pemilihan penyedia jasa konstruksi. 

Paket pekerjaan tersebut direncanakan mencakup penanganan jalan sepanjang 1,3 kilometer.

"Dalam satu hingga dua minggu ke depan direncanakan masuk proses pemilihan penyedia. Minggu depan kemungkinan gambar teknis dan RAB sudah selesai," katanya. (kpc)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.