Serpihan Kaca Berserakan, Kantor BGN Mendadak Dipasang Garis Polisi
Muhammad Ridho July 10, 2026 09:19 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat mendadak ramai didatangi aparat kepolisian.

Pantauan di lapangan pada Kamis (9/7/2026) kemarin, tampak satu mobil Inafis berwarna oranye terparkir di depan kantor BGN.

Serpihan kaca juga terlihat berserakan di bagian bawah bangunan atau tepat dekat lokasi parkir kendaraan.

Lokasi serpihan kaca itu sendiri kini terlihat sudah dikelilingi garis polisi.

Sedangkan di bagian atas gedung, terlihat ada kaca yang alami keretakan cukup parah.

Di tempat itu, petugas berompi dengan tulisan ‘INAFIS’ di bagian belakang juga terlihat berkeliling untuk melakukan pemeriksaan dan dokumentasi.

Beredar kabar kantor BGN jadi sasaran teror hingga polisi turun tangan melakukan penyelidikan.

Sebelumnya Ketua BGN Nanik S Deyang juga membuat heboh karena tiba-tiba menghilang saat acara di KPK hingga membuat penasaran awak media.

Mulanya Ketua BGN Nanik S Deyang mendatangi KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026). 

Namun, sosok Nanik S Deyang justru "menghilang" usai merampungkan pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut bersama lembaga antirasuah.

Tak ada yang tahu kemana hilangnya Nanik S Deyang, pimpinan BGN lainnya saat dikonfirmasi soal keberadaan Nanik S Deyang pilih tak menggubris pertanyaan awak media.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kaca di Kantor Nanik S Deyang Pecah

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Erlyn Sumantri, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pecahnya kaca bangunan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) tempat keduanya, Nanik S Deyang berkantor.

“Kebenarannya masih diselidiki,” ujar Erlyn.

Ia meminta masyarakat bersabar hingga proses penyelidikan selesai dilakukan.

“Tunggu kabar hasil penyelidikan ya,” katanya.

Hingga kini, polisi belum mengungkap penyebab maupun kronologi pasti peristiwa tersebut.

Proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Polisi Bantah Ada Teror di Kantor BGN

Kepolisian memastikan insiden pecahnya kaca di Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, bukan disebabkan aksi penembakan maupun teror.

Kesimpulan itu disampaikan setelah polisi bersama tim Inafis melakukan pengecekan lokasi dan berkoordinasi dengan pengelola gedung.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, hasil pemeriksaan menyunjukkan kaca pecah akibat penuaian pada materian kaca.

“Kejadian pecahnya kaca di BGN ini, dari salah satu bidang kaca itu bukan karena ada penembakan ataupun teror,” ucapnya di lokasi, Kamis (9/7/2026).

Hasil Olah TKP Tak Temukan Tanda Penembakan

Braiel menegaskan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis juga tidak menemukan indikasi adanya aksi kriminal maupun benda mencurigakan di lokasi.

Saat ditanya mengenai dugaan pola titik pada kaca yang sempat memunculkan spekulasi penembakan, ia menegaskan belum ditemukan bukti yang mengarah ke dugaan tersebut.

“Belum ada, belum ada tanda-tanda itu,” ujarnya.

Ia juga memastikan tidak ada barang bukti yang mengarah pada dugaan aksi teror ataupun penembakan.

“Tidak ada, belum ada,” katanya saat ditanya soal hasil pemeriksaan Inafis.

Braiel kembali menegaskan bahwa dugaan penembakan tidak terbukti berdasarkan hasil pengecekan di lapangan.

“Ya, artinya itu tidak ada,” ucapnya.

Polisi Minta Pengelola Tingkatkan Perawatan Gedung

Dalam kesempatan yang sama, Braiel mengungkapkan pihak pengelola gedung telah menyampaikan bahwa insiden serupa memang pernah terjadi sebelumnya akibat pemuaian kaca.

Menurutnya, gedung yang ditempati BGN merupakan gedung sewa sehingga tanggung jawab pemeliharaan berada di tangan pengelola gedung.

“Jadi barusan informasi dari pengelola gedung bahwa gedung ini disewa oleh BGN. Kemudian dalam rentang waktu satu sampai dua tahun memang ada beberapa bidang kaca yang pecah karena juga memuai. Dan terus dilakukan pemeliharaan oleh pengelola gedung,” tuturnya.

Polisi pun meminta pengelola gedung memperketat perawatan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan membahayakan masyarakat.

“Ya kami sudah menyampaikan kepada pihak pengelola gedung untuk melakukan maintenance, mencegah hal-hal yang kita tidak inginkan sehingga apabila terjadi atau sebelum terjadi ini akan dilakukan pemeliharaan semuanya secara keseluruhan informasinya,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini belum ada langkah penyelidikan terhadap pengelola gedung karena insiden tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak pengelola.

“Belum ada, karena yang bertanggung jawab adalah pengelola gedung,” katanya.

Sementara itu, tindak lanjut yang akan dilakukan setelah insiden ini adalah penggantian kaca yang pecah oleh pihak pengelola gedung.

“Tindak lanjutnya untuk kacanya akan diperbaiki oleh pengelola gedung,” kata Braiel.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.