TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sejarah baru siap tercipta di panggung Piala Dunia FIFA 2026 saat kejutan besar asal Nordik, Timnas Norwegia, ditantang raksasa sepak bola Eropa, Timnas Inggris.
Dua kekuatan besar Benua Biru ini akan saling jegal dalam babak perempat final yang digelar di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat.
Duel hidup mati ini dijadwalkan tayang secara langsung pada Minggu 12 Juli 2026 pukul 04.00 WIB subuh.
Norwegia yang diperkuat sang predator gol Erling Haaland kini hanya berjarak satu kemenangan dari pencapaian babak semifinal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola mereka.
Di kubu lawan, The Three Lions asuhan Thomas Tuchel mengusung ambisi besar untuk kembali ke babak empat besar sekaligus menebus kegagalan mereka di edisi Piala Dunia sebelumnya.
Animo pertandingan perempat final ini turut memicu komentar dari Sahidin, salah satu penyerang lokal andalan Tripon FC Pontianak.
Sebagai pemain yang biasa beroperasi di lini depan sekaligus pendukung setia Three Lions, Sahidin mengaku cemas melihat performa lini belakang Inggris menjelang laga subuh nanti.
• Brasil Gugur, Pangeran Ratu Muhammad Tarhan Jagokan Prancis di Semifinal
"Sebagai fans Inggris, tentu saya mau Kane dan Bellingham menang besok subuh. Tapi jujur, saya agak cemas lihat performa Haaland sekarang. Sebagai sesama striker, saya tahu betul betapa ngerinya insting dia di kotak penalti. Apalagi kemarin dia baru saja cetak dua gol ke gawang Brasil," kata Sahidin kepada Tribun Pontianak, Jumat 10 Juli 2026 siang.
Sahidin menilai, kunci kemenangan Inggris ada pada kekokohan duet bek tengah John Stones dan Marc Guehi dalam mengawal pergerakan rekannya di Manchester City tersebut.
"Stones pasti tahu celah Haaland karena mereka satu klub. Kalau Stones dan Guehi lengah sedikit saja, habis kita. Prediksi saya, laga ini bakal ketat dan banyak gol, mungkin Inggris menang tipis 3-2," pungkasnya.
Kedua tim sukses melaju ke babak perempat final setelah melewati drama menegangkan pada dua laga fase gugur terdahulu.
Norwegia: Berstatus sebagai runner-up Grup I di bawah Prancis, Norwegia sukses mengemas dua kemenangan historis. Pada Babak 32 Besar, mereka mendepak Pantai Gading lewat gol telat Erling Haaland.
Selanjutnya di Babak 16 Besar, Haaland menggila dengan memborong brace (dua gol) untuk memulangkan juara dunia lima kali, Brasil.
Inggris: Juara Grup L ini melaju ke perempat final setelah berjuang jatuh bangun.
Pada Babak 32 Besar, Three Lions bangkit dari ketertinggalan untuk membungkam DR Kongo 2-1 melalui dua gol larat Harry Kane.
Di Babak 16 Besar, mereka sukses menumbangkan tuan rumah Meksiko dengan skor ketat 3-2 berkat dua gol Jude Bellingham, meskipun harus bermain dengan 10 orang di babak kedua.
Norwegia: Juru gedor utama Erling Haaland menjadi kartu as paling mematikan.
Dengan torehan 7 gol sejauh ini, ia memimpin perburuan Sepatu Emas bersama Lionel Messi dan Kylian Mbappe.
Di sektor tengah, kreativitas kapten Arsenal, Martin Odegaard, akan menjadi otak serangan tim.
Inggris: Sang kapten Harry Kane tetap menjadi tumpuan mencetak gol, didukung oleh pergerakan impresif Jude Bellingham di ruang antarlini yang belakangan ini tampil sangat produktif.
Meskipun sembilan pilar dalam skuad Norwegia saat ini merumput di kompetisi Premier League Inggris, kedua negara ternyata belum pernah bertemu sekalipun di putaran final Piala Dunia.
Secara keseluruhan, keduanya telah bersua sebanyak 12 kali di luar putaran final Piala Dunia, termasuk pada kualifikasi edisi 1982 dan 1994.
Pertemuan terakhir mereka terjadi pada laga persahabatan internasional tahun 2014 di Stadion Wembley, di mana Inggris menang tipis 1-0 berkat eksekusi penalti Wayne Rooney.
Berdasarkan data statistik resmi dari bursa prediksi, Inggris lebih diunggulkan untuk memenangkan laga dalam kurun waktu normal:
Peluang Menang Inggris: 52 persen
Peluang Menang Norwegia: 23 %
Kemungkinan Babak Perpanjangan Waktu (Imbang): 25 %
Norwegia (4-3-3): Nyland; Ryerson, Ajer, Heggem, Moller Wolfe; Berg, Berge, Odegaard; Sorloth, Haaland, Nusa.
Pelatih: Stale Solbakken.
Inggris (4-2-3-1): Pickford; Konsa, Stones, Guehi, O'Reilly; Rice, Anderson; Saka, Bellingham, Gordon; Kane.
Pelatih: Thomas Tuchel. (*)