TRIBUNNEWS.COM - Kylian Mbappe memang berperan penting memastikan Prancis melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.
Ia menyumbang satu gol dan assist saat Prancis mengalahkan kuda hitam paling ditakuti di ajang kali ini, Maroko, dengan skor 2-0.
Hal tersebut semakin menegaskan salah satu faktor penting dalam permainan Prancis adalah dengan kehadiran Mbappe.
"Lini belakang Timnas Maroko ini, sepertinya harus menjadi sinyal waspada saja kepada Mbappe," terang Delta Gonzales, seorang konten kreator @deltabicarabola, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Piala Dunia 2026 - De La Fuente Setipe dengan Scaloni, Messi bak Lem Perekat Skuad
Jika dilihat dari hasil akhir pertandingan dan statistik, Mbappe tak salah diartikan bisa meruntuhkan dan mengalahkan lini belakang Maroko yang sudah pontang-panting menahan serangan Prancis di sepanjang pertandingan.
Pada saat yang sama, pemain berusia 27 tahun ini ternyata juga memiliki momen yang menguji mentalitasnya sebagai pemimpin pasukan Les Bleus.
Hal itu berhubungan dengan hadiah penalti yang didapatkan Prancis pada menit ke-27.
Penalti tersebut sebenarnya juga disebabkan oleh Mbappe sendiri yang dijatuhkan pemain belakang Maroko di kotak terlarang.
Pemain yang membela Real Madrid itu langsung maju sebagai algojo sepakan 12 pas itu.
Namun sayangnya, tendangan Mbappe yang diarahkan ke sisi kiri penjaga gawang bisa ditebak oleh kiper Yacine Bounou.
Kegagalan tersebut membuat Prancis gagal unggul cepat atas Maroko yang sebenarnya bisa menjadi momentum yang bagus.
Kembaran dengan Messi
Meski demikian, Mbappe tak perlu berkecil hati lantaran gagal menjalankan tugasnya sebagai penendang utama penalti Prancis di pertandingan melawan Maroko.
Hal yang sama juga pernah dialami pemain bintang Argentina, Lionel Messi, pada beberapa waktu lalu.
Momen Messi gagal menendang penalti yang terdekat terjadi pada laga melawan Mesir di 16 besar lalu.
Padahal saat itu Argentina berkesempatan menyamakan kedudukan atas Mesir jika bisa mencetak gol tersebut.
Namun tendangan Messi tersebut masih bisa dihalau kiper Mesir yang menebak arah tendangan La Pulga dengan baik.
Pemain yang sudah berusia 39 tahun ini membalas kegagalan itu dengan cara yang mirip seperti Mbappe.
Ia lantas mencetak satu gol dan satu assist untuk membantu Argentina mengalahkan Mesir dengan skor 3-2.
La Pulga memberikan assist terlebih dahulu kepada Cristian Romero lewat skema sepakan pojok.
Setelah itu, Messi sendiri yang mencetak gol penting di menit 83' untuk memaksa keadaan berubah menjadi 2-2.
Momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Argentina yang bisa mencetak gol ketiga di akhir pertandingan.
Kemampuan Mbappe dan Messi bangkit setelah melewatkan sebuah peluang emas di tengah pertandingan patut mendapatkan pujian.
Kematangan mental mereka sebagai pemain dan sekaligus kapten bisa menjadi contoh rekan-rekannya yang tampil di ajang sepenting Piala Dunia 2026 kali ini.
Mbappe dan kawan-kawannya di Timnas Prancis menjadi skuad pertama yang bisa menjejak ke babak semifinal.
Mereka akan menunggu pemenang antara Belgia dan Spanyol untuk berhadapan di fase empat besar.
(Tribunnews.com/Guruh)