TRIBUNNEWS.COM – Keberhasilan Norwegia menembus perempat final Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen.
Di balik ketajaman Erling Haaland dan kepiawaian Martin Odegaard, ternyata ada fondasi kuat yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Norwegia akan menghadapi Inggris pada babak perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB.
Di atas kertas, The Three Lions lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad, kualitas kompetisi domestik, hingga pengalaman di turnamen besar.
Namun, perjalanan Norwegia membuktikan bahwa kesuksesan sepak bola tidak selalu ditentukan oleh besarnya liga atau nilai ekonomi klub.
Tim asuhan Stale Solbakken mampu menembus delapan besar untuk pertama kalinya dalam sejarah, bahkan menyingkirkan Brasil di babak 16 besar.
Performa mengejutkan Norwegia sejatinya sudah diprediksi oleh Football Enthusiast, Raka Kisdiyatma, dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Norwegia ini benar-benar diberkahi di Piala Dunia 2026 karena dihuni generasi emas, terutama di lini serang dengan adanya Haaland," kata Raka Kisdayatman.
"Salah satu kunci Norwegia bisa mengalahkan Brasil adalah kemampuan mereka memaksimalkan serangan balik dan situasi bola mati karena memiliki keunggulan fisik," tambahnya.
Kesuksesan tersebut bukan semata-mata karena kehadiran Erling Haaland atau Martin Odegaard, melainkan hasil dari sistem pembinaan pemain yang telah dibangun secara konsisten.
Baik Haaland maupun Odegaard tumbuh melalui akademi klub-klub kecil di Norwegia.
Haaland memulai kariernya di Bryne FK, klub sederhana di kota kecil Bryne di pesisir barat Norwegia.
Sementara Odegaard berkembang bersama Drammen Strong, tempat sang ayah ikut melatih dan membimbingnya sejak usia dini.
Alih-alih mengandalkan akademi mewah, Norwegia memilih memperkuat fondasi sepak bola dari tingkat akar rumput.
Klub-klub lokal mendapat dukungan penuh untuk menyediakan fasilitas latihan yang layak bagi anak-anak sejak usia muda, seperti yang dilaporkan Spectator.
Baca juga: Prediksi Skor Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: The Three Lions Incar Semifinal ke-11
Salah satu kebijakan terpenting Federasi Sepak Bola Norwegia adalah pembangunan lapangan sintetis secara masif.
Sejak 2016, lebih dari 1.500 lapangan rumput sintetis dibangun di berbagai daerah di Norwegia, dikutip dari Weplaygreen.
Langkah tersebut menjadi solusi atas musim dingin panjang yang selama ini menghambat aktivitas sepak bola.
Dengan tersedianya fasilitas latihan sepanjang tahun, anak-anak di berbagai wilayah tetap dapat berlatih tanpa terganggu cuaca ekstrem.
Investasi itu dinilai jauh lebih efektif dibanding hanya menggelontorkan dana untuk mendatangkan pemain atau pelatih asing.
Keberhasilan Norwegia juga didukung budaya sepak bola yang menempatkan klub lokal sebagai pusat pengembangan pemain.
Pelatih sukarelawan, orang tua, hingga komunitas sekitar terlibat aktif dalam proses pembinaan.
Model tersebut membuat perkembangan pemain berlangsung lebih alami tanpa tekanan berlebihan untuk meraih hasil instan.
Pemerintah dan federasi juga dinilai mampu menjaga kesinambungan program pembinaan karena memiliki dukungan infrastruktur dan pendanaan yang stabil.
Di sisi lain, Inggris tetap menjadi favorit dalam laga perempat final berkat kualitas Premier League, kedalaman skuad, serta pengalaman tampil di level tertinggi.
Namun, kisah Norwegia menjadi bukti bahwa negara dengan populasi kecil tetap bisa bersaing di panggung dunia apabila memiliki sistem pembinaan yang tepat.
Alih-alih meniru model negara lain, Norwegia memilih mengembangkan sepak bola sesuai karakter negaranya, mulai dari investasi fasilitas, pembinaan usia muda, hingga penguatan klub-klub lokal.
Kini, mereka hanya tinggal selangkah lagi untuk mencatat sejarah baru.
Apabila mampu menyingkirkan Inggris, Norwegia akan melaju ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sekaligus semakin mengukuhkan keberhasilan model pembinaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.
(Tribunnews.com/Ali)