Kebakaran di Pemukiman Tewaskan 3 Orang di Jaktim, Seorang Bocah Usia 10 Tahun Ikut Jadi Korban
Naufal Fauzy July 13, 2026 01:03 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kebakaran tewaskan tiga orang di di Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (12/7/2026) dini hari.

Kebakaran ini terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk.

Sehingga api merembet dari satu bangunan ke bangunan lainnya, membakar  rumah, toko kelontong, dan warung makan.

Dalam tiga korban tewas ini, satu orang merupakan bocah berusia 10 tahun.

Selain tiga korban tewas, sejumlah warga lain juga dilaporkan terluka akibat kejadian ini.

Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab munculnya api.

"Masih dalam proses lidik (penyelidikan) untuk penyebab pasti kebakaran. Korban meninggal dunia ditemukan di dalam satu rumah," kata Gomos, Minggu.

Ketiga korban meninggal diketahui berinisial ES (67), LF (40), dan RM (10).

Mereka ditemukan saat petugas melakukan proses pemadaman sekaligus penyisiran di lokasi kebakaran.

Jenazah para korban kemudian dievakuasi untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, seorang korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis.

Usai proses identifikasi selesai, ketiga korban dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur.

Terpisah, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.00 WIB.

Petugas segera mengerahkan armada menuju lokasi karena api dengan cepat membesar di tengah permukiman yang padat bangunan.

"Sebuah musibah kejadian kebakaran melanda sebuah rumah, ruko, dan tempat usaha di kawasan permukiman padat," ujar Abdul Wahid.

Menurut hasil pemeriksaan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik pada salah satu stopkontak.

Api kemudian membesar dan membakar rumah milik Samudi.

"Dugaan sementara api pertama kali muncul dari salah satu stopkontak, lalu dengan cepat menyebar ke bagian dalam rumah utama milik Bapak Samudi, sebelum akhirnya merembet ke bangunan warteg milik Bapak A dan toko kelontong di sisi kiri dan kanannya," jelasnya.

Meski demikian, dugaan tersebut masih akan dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.