5 Fakta Kecelakaan Maut Pikap Rombongan Pengantin Ditabrak 2 Truk di Pantura, Sopir: Saya Gak Tega
Ferdinand Waskita Suryacahya July 13, 2026 11:08 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Peristiwa kecelakaan maut rombongan pengantin di jalur Pantura, Jawa Barat memakan korban jiwa pada Minggu (12/7/2026).

Pikap yang membawa rombongan pengantin ditabrak dua truk saat melintas  Desa Kiarajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Sebelum insiden terjadi, rombongan yang menaiki pikap itu sedang dalam perjalanan pulang menuju Kecamatan Lelea setelah mengantar pengantin ke Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.

Ketua RT 13 Blok Cemeti, Desa Cempeh, Rawid, membenarkan bahwa sebagian besar korban merupakan warga di wilayahnya.

TribunJakarta.com merangkum lima fakta kecelakaan maut yang terjadi di jalur Pantura tersebut:

1. Kendaraan Terlibat

Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat menyampaikan tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Kendaraan tersebut yakni mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB, truk wing box bernomor polisi B 9260 TEV, dan truk lain bernomor polisi E 8846 BA.

Seluruh korban merupakan pengemudi dan penumpang mobil pikap yang sebelumnya mengantar pengantin dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, menuju wilayah Kecamatan Kandanghaur.

2. Jumlah Korban

Kecelakaan mengakibatkan 13 orang korban mengembuskan napas terakhir, baik yang seketika di lokasi kejadian maupun saat berada di rumah sakit.

Pihak berwenang mencatat bahwa akumulasi korban dalam musibah lalu lintas tersebut mencapai 18 orang, dan secara keseluruhan merupakan penumpang mobil pikap termasuk sang pengemudi yang mengalami luka berat.

"Jadi, ada tiga korban meninggal dunia di TKP, 10 korban meninggal dunia di rumah sakit, dan lima korban mengalami luka berat maupun luka ringan, sehingga totalnya 18 korban," kata 
Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat.

Undang menyampaikan bahwa 10 korban yang sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan penanganan medis pun akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam.

Hingga saat ini, terdapat lima korban selamat yang menderita luka-luka masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis di RS Bhayangkara Losarang serta RS Mitra Plumbon Widasari, Kabupaten Indramayu.

3. Kronologi

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, memaparkan bahwa peristiwa itu bermula sewaktu mobil pikap dengan nomor polisi E 8559 RB tengah melaju membelah jalur Pantura Indramayu dari arah Cirebon menuju ke Jakarta.

Namun, menurut penjelasan beliau, saat mobil pikap yang dikemudikan oleh Warkidi tersebut memperlambat laju dan berhenti di lokasi kejadian karena hendak berganti arah di area u-turn, tiba-tiba saja kendaraan bak terbuka itu dihantam keras oleh truk bernomor polisi B 9260 TEV.

"Truk tersebut sama-sama melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta, sehingga menabrak langsung dari arah belakang mobil pikap," ujar Undang Syarif Hidayat saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Minggu (12/7/2026) malam.

Dampak dari benturan keras di bagian belakang tersebut membuat mobil pikap secara tidak sengaja langsung terdorong hebat melompati pembatas menuju jalur kendaraan dari arah berlawanan, yakni dari rute Jakarta menuju ke Cirebon.

Nahasnya, pada saat yang bersamaan dari arah Jakarta menuju Cirebon tersebut tengah melaju truk lainnya dengan nomor polisi E 8846 BA, sehingga langsung menabrak telak mobil pikap yang tengah mengangkut belasan penumpang tersebut.

Dua benturan berturut-turut yang menerjang mobil pikap berkelir hitam itu mengakibatkan kondisinya hancur ringsek pada bagian depan maupun belakangnya, serta menyebabkan seluruh penumpang hingga pengemudinya terdampak.

4. Sopir Truk Diamankan

Petugas Polres Indramayu mengamankan dua sopir truk yang terlibat kecelakaan maut di jalur Pantura, Desa Kiarajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, mengatakan, dua sopir truk berpelat nomor B 9260 TEV dan E 8846 BA telah diamankan di Mapolres Indramayu.

Menurut dia, keduanya diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan dari mulai dua truk dan satu mobil pikap atau bak terbuka.

"Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Indramayu sudah mengamankan dua sopir truk yang terlibat kecelakaan tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata Undang Syarif Hidayat saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Minggu (12/7/2026) malam.

Ia mengatakan, pengemudi mobil pikap berpelat E 8559 RB bernama Warkidi yang terlibat kecelakaan tersebut dinyatakan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Pihaknya pun tengah berkoordinasi untuk melakukan olah TKP lanjutan bersama Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar untuk mendalami penyebab kecelakaan maut itu.

"Seluruh korban dalam kecelakaan lalu lintas ini merupakan rombongan penumpang yang menaiki mobil pikap, termasuk pengemudinya," ujar Undang Syarif Hidayat.

5. Kesaksian Sopir Truk

Deden Ibad, sopir truk bernomor polisi B 9260 TEV, menyampaikan kecelakaan bermula saat kendaraannya tengah melintasi jalur Pantura Indramayu dengan rute dari arah Cirebon menuju Jakarta.

Namun, dirinya memaparkan bahwa setibanya di lokasi kejadian, mobil pikap berpelat nomor E 8559 RB yang melaju tepat di depannya sambil membawa belasan orang penumpang mendadak menghentikan laju secara tiba-tiba karena berniat beralih arah di area pembatas jalan (u-turn).

"Kondisi mobil (pikap) di depan saya mendadak berhenti saat akan bermanuver ke kanan untuk putar balik, sehingga (truk) saya menabraknya dari belakang," kata Deden Ibad, Minggu (12/7/2026).

Akibat benturan keras dari arah belakang tersebut, kendaraan bak terbuka berwarna hitam itu terlempar ke lajur berlawanan yang mengarah dari Jakarta menuju Cirebon.

Pada saat yang bersamaan, melintas truk berkode pelat E 8846 BA di bawah kemudi Abdul Muhi yang langsung menghantam keras kendaraan nahas tersebut.

Kerasnya dua kali benturan beruntun membuat belasan orang yang menumpang mobil pikap yang dikemudikan Warkidi, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, seketika terlempar ke atas permukaan jalan raya.

"Sebenarnya, saya juga enggak tega melihat kondisi korban yang tadinya menaiki mobil pikap berjatuhan di jalan raya," tutur Deden Ibad.

(TribunJakarta.com/TribunJabar)

Berita Lainnya

  • Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Nganjuk: Kesaksian Penumpang Bus Sugeng Rahayu, Rasanya Kayak Dikopyok
  • Baca juga: Kecelakaan Maut Hari Ini di Pangandaran: Pengendara Honda Scoopy Tewas usai Tabrak Pembatas Jembatan
  • Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Sukabumi: Truk Split Hantam Truk Boks, Sopir Pingsan Terjepit di Kabin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.