MPLS 2026, SDN 2 Parakan Trenggalek Hanya Dapat 2 Murid, Jumlah Anak Banyaknya Sekolah Jadi Sebab
Januar July 13, 2026 12:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Madchhan Jazuli 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Tidak semua sekolah pada hari pertama MPLS mendapatkan banyak murid.

Pemandangan berbeda saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah sekolah di Trenggalek. 

Tidak ada riuh sorak-sorak maupun gaduh di ruang kelas.

Hanya seorang guru bersemangat memberikan petunjuk ke dua siswa baru atau kelas 1 di SDN 2 Parakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Meski hanya dua siswa, MPLS tetap dilakukan dengan riang gembira untuk memberi kesan menyenangkan bagi siswa. 

Pengamatan TRIBUNMATARAMAN.COM, jarak antara SDN 2 Parakan dengan SDN 1 Parakan sangat berdekatan. Dalam maps jarak kedua lembaga sekolah ini hanya 130 meter.

Kepala Sekolah SDN 2 Parakan, Siti Fhatonah menerangkan bahwa hari ini menjalankan MPLS ke seluruh siswa. Baik untuk siswa yang baru maupun kelas 2 hingga kelas 6.

Menurutnya, materi MPLS ini sesuai dari Dinas Pendidikan Trenggalek. Akan disesuaikan di masing-masing kelas.

"Untuk MPLS ini tidak hanya berlaku bagi kelas 1 yang baru atau siswa baru. Tetapi juga siswa-siswa sampai kelas 6. Terkait dengan pembelajaran-pembelajaran yang akan dilaksanakan di kemudian hari, seperti itu," ujar Siti Fhatonah, Senin (13/7/2026).

Siti menerangkan untuk jumlah siswa kelas 1 tahun ini kami mendapatkan 2 siswa.

Baca juga: Serunya MPLS di Madiun yang Ramah Anak, Plt Wali Kota Tanamkan Budaya Antikorupsi

Pihak sekolah menerangkan proses MPLS untuk 2 siswa ini perlakuannya tetap sama seperti siswa dengan jumlah siswa banyak.

"Dua siswa itu 1 TK Dharma Wanita 1 Parakan, yang satunya dari RA ini Parakan," ulasnya.

Ditanya perihal untuk faktor sedikitnya siswa baru, dikatakannya tidak tahu menahu.

Akan tetapi, yang beliau amati tidak banyak usia anak sekolah. Lalu, dalam satu wilayah ada 3 lembaga sekolah di Desa Parakan. 

"Ada 1 desa Parakan ini ada 3 lembaga. SDN 1 Parakan, SDN 2 Parakan dan MI Parakan. MI-nya saya lupa namanya apa," paparnya.

Siti mengulas untuk sekolah yang ia pimpin ini berupaya melakukan berbagai cara untuk menggaet siswa. Mulai pemberian sragam gratis hingga pemberian makanan satu bulan sekali.

"Kalau saya mencari faktor apa kekurangannya di sekolah ini saya kok tidak bisa menyampaikan ya," katanya.

Siti menambahkan pihak sekolah juga tidak kurang-kurang untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.

Termasuk juga selama ini juga memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di sekitar SDN 2 Parakan.

Namun ia menjelaskan, kemungkinan masyarakat juga tahu apa yang menjadi kendala bagi sekolah-sekolah negeri sekarang ini. Karena minim sekali diminati oleh masyarakat. 

"Saya tidak bisa mengutarakan masyarakat itu bagaimana, bagaimana dan sebagainya," ulasnya.

 

Informasi lengkap dan  menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.