Serangan Fase Kelima Iran Ratakan Vital AS di Teluk, Terbaru Pangkalan di Oman Jadi Target Gempuran
Hadiyya QurrataAyyuun July 13, 2026 06:43 PM

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan fase kelima.

Khususnya, dari operasi pembalasannya dengan menghancurkan sejumlah aset vital dan instalasi militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk.

Mengutip Al Mayadeen pada (13/7), kabar ini diumumkan dalam pernyataan IRGC terbit pada Senin (13/7/2026) waktu setempat.

Kali ini, wilayah Oman dan Bahrain menjadi target utama dari gempuran terencana yang dilancarkan oleh pasukan elit Iran tersebut.

Melalui pernyataan resmi, IRGC mengonfirmasi bahwa pasukan angkatan laut mereka sukses menggelar serangan kombinasi rudal dan pesawat nirawak alias drone.

Serangan udara masif tersebut berhasil menghantam dan menghancurkan sistem radar peringatan dini jarak jauh FPS.

Serta radar pendeteksi kapal milik AS di Oman.

Secara bersamaan, unit tempur IRGC juga membombardir instalasi militer strategis Amerika Serikat yang berada di kawasan Al-Juffair, Bahrain.

Pihak berwenang melaporkan bahwa kebakaran hebat masih terus berlangsung di fasilitas militer AS di Bahrain akibat hantaman proyektil tersebut.

Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menegaskan bahwa operasi yang menentukan dan dahsyat ini telah berhasil membuat militer agresor Amerika Serikat tidak berdaya.

Eskalasi militer ini membuktikan keseriusan Angkatan Bersenjata Iran dalam meratakan setiap fasilitas pertahanan musuh yang dianggap mengancam stabilitas kawasan mereka.

Lebih lanjut, IRGC mengecam keras agresi militer Amerika Serikat yang terus berlanjut setelah pasukan Washington nekat menargetkan pompa air pertanian di kota Mahshahr.

Pihak IRGC menegaskan bahwa penyerangan terhadap fasilitas vital warga tersebut secara jelas mengungkap sifat asli militer AS yang anti-rakyat.

Lebih lanjut, Iran kini mengaitkan status jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz dengan perilaku agresif militer AS di kawasan tersebut.

Teheran menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal sepenuhnya bergantung pada penghentian intervensi AS serta penghormatan terhadap kedaulatan perairan mereka.

Sebagai penutup, IRGC mengeluarkan peringatan langsung bahwa kelanjutan campur tangan Amerika Serikat ini akan memicu dampak yang jauh lebih besar dan fatal bagi sektor minyak serta gas global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.