Seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 masih berlangsung. Para peserta yang lolos seleksi tingkat kota/kabupaten kini tengah menunggu seleksi tingkat provinsi.
Namun, di tengah berjalannya seleksi tingkat kabupaten/kota pada Juni 2026 kemarin, diduga ada kecurangan yang mana seorang peserta terlihat membawa handphone saat ujian berlangsung. Kabar tersebut sempat beredar di media sosial.
Insiden tersebut terlihat dari rekaman di SMAN 1 Babat Toman, Sumatera Selatan. dilakukan di lokasi tes OSN dalam rangka memperketat pengawasan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono angkat bicara. Ia memastikan insiden tersebut tengah dalam investigasi.
"Pengaduan sudah kami respons. Kami sudah langsung mengirimkan respons tersebut kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk diteruskan ke pihak sekolah yang bersangkutan," ujarnya saat ditemui di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (147/2026).
Identitas Siswa Curang Sudah Diketahui
Irene menyebut identitas siswa yang membawa tersebut telah diketahui. Namun, informasi lebih jelasnya belum bisa diberitahukan.
Saat ini, Puspresnas dan tim tengah melakukan proses investigasi mendalam untuk menentukan langkah selanjutnya. Peserta akan disanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Identitasnya sudah kami ketahui, namun saat ini masih dalam proses investigasi untuk menentukan tindak lanjutnya sesuai dengan pedoman yang ada. Beberapa keputusan sanksi nantinya akan kami sesuaikan dengan hasil pengaduan dan temuan lapangan," tambahnya.
Terkait sanksi, Puspresnas menegaskan bahwa aturan dalam pedoman OSN sangat jelas. Sanksi tidak hanya akan menyasar siswa secara individu, tetapi juga bisa berdampak pada sekolah hingga tingkat pemerintah daerah.
"Sanksinya beragam, bisa ke aspek sekolah, siswa, hingga ke pemdanya. Semua sudah ada di pedoman," tegasnya.
Pengawasan dan Pembentukan Karakter
Dalam pelakasanaan OSN tahun ini, memang wajib dilakukan di lokasi tes. Tujuannya agar pelaksanaan tes berjalan lebih transparan.
Irene menyebut langkah tersebut menjadi pengawasan OSN 2026 yang semakin ketat. Ia memastikan pengawasan tingkat provinsi akan lebih diperketat.
Dengan adanya kejadian ini, Irene mengingatkan agar para peserta bisa mengikuti ujian dengan penuh integritas. Tak cuma akademis yang diasah, tetapi peserta juga harus mengasah karakter.
"Ini harus menjadi fondasi utama. Anak-anak harus bisa mengerjakan dan berprestasi dengan cara yang baik. Pembentukan karakter dan mental yang jujur adalah hal yang jauh lebih penting daripada sekadar nilai," tutupnya.





