Latihan Soal Biologi Kelas 11 SMA Materi Keterkaitan antara Struktur dan Fungsi Sel, Soal HOTS 2026
Siti Umnah July 14, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM - Menginjak materi lanjutan pada Bab 1 Biologi Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka, para siswa diajak memahami sub-bab penting mengenai "Keterkaitan antara Struktur dan Fungsi Sel".

Pada materi ini, fokus pembelajaran ditekankan pada analisis biomekanisme seluler.

Siswa tidak sekadar dituntut menghafal nama organel, melainkan dipacu untuk menghubungkan spesialisasi struktural suatu sel dengan peran fisiologis spesifiknya pada organ makhluk hidup.

Baca juga: Latihan Soal Pengamatan Struktur Sel Materi Biologi Kelas 11 SMA Bab 1, Soal Berbasis HOTS 2026

Karakteristik soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) edisi terbaru 2026 ini menyajikan stimulus berbasis studi kasus gangguan medis, data eksperimen laboratorium, dan keunikan sitologi organel dengan opsi pilihan ganda A sampai E.

Sebagai sarana persiapan asesmen harian di sekolah atau referensi pembuatan soal bagi bapak/ibu guru, berikut disajikan 10 latihan soal pilihan ganda HOTS Biologi Kelas 11 SMA Bab 1 Kurikulum Merdeka beserta kunci jawaban dan pembahasannya.

(1.) Perhatikan fungsi seluler organ berikut!

Sel-sel pada organ hati (hepatosit) manusia memiliki peran krusial dalam melakukan detoksifikasi racun, menetralkan sisa obat-obatan, serta melakukan metabolisme lipid (lemak). Ketika dilakukan pengamatan sitologi dengan mikroskop elektron, ditemukan bahwa sel hati ini memiliki kepadatan organel tertentu yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sel epidermis kulit.

Berdasarkan fungsi detoksifikasi dan metabolisme lipid tersebut, organel sel yang strukturnya berkembang sangat melimpah di dalam sel hati adalah...

A. Retikulum Endoplasma Kasar karena kaya akan ribosom penempel.
B. Retikulum Endoplasma Halus karena mengandung enzim-enzim pengurai racun dan berperan dalam sintesis fosfolipid/steroid.
C. Kloroplas karena berfungsi menghasilkan oksigen pembersih darah.
D. Sentrosol karena sel hati harus membelah diri setiap beberapa jam sekali.
E. Lisosom primer yang hanya aktif saat mendeteksi glukosa bebas.

Kunci Jawaban: B Retikulum Endoplasma Halus karena mengandung enzim-enzim pengurai racun dan berperan dalam sintesis fosfolipid/steroid.

Pembahasan: Berbeda dengan RE Kasar yang ditempeli ribosom untuk sekresi protein, RE Halus (Smooth Endoplasmic Reticulum) berfungsi utama dalam sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, dan detoksifikasi obat maupun racun. Oleh karena itu, sel hati memiliki RE Halus yang sangat dominan.

(2.) Perhatikan kasus gangguan sistem pernapasan berikut!

Seorang pasien di tahun 2026 didiagnosis menderita sindrom kelainan silia imotil (Sindrom Kartagener). Akibat mutasi genetik, struktur protein dinain pada mikrotubulus di dalam sel-sel epitel berambut getar (silia) saluran pernapasannya tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga silia tersebut lumpuh dan tidak dapat bergerak.

Dampak fisiologis yang paling mungkin terjadi pada saluran pernapasan pasien tersebut akibat adanya keterkaitan struktural sel yang rusak ini adalah...

Pembahasan: Mikrotubulus membentuk struktur sitoskeleton berupa silia pada sel epitel saluran napas. Fungsi silia adalah bergerak seirama untuk mendorong lendir terikat kotoran keluar dari paru-paru. Jika struktur dinain mikrotubulus rusak, silia tidak bisa bergerak, memicu penumpukan mukus dan infeksi.

(3.) Perhatikan fenomena spesialisasi sel tumbuhan berikut!

Sel-sel penjaga (guard cells) pada stomata daun memiliki struktur dinding sel yang tidak seragam; dinding sel bagian dalam yang menghadap celah stomata cenderung lebih tebal dan kurang elastis, sedangkan dinding sel bagian luar lebih tipis dan sangat elastis.

Bagaimana keterkaitan antara modifikasi struktur dinding sel penjaga tersebut dengan mekanisme membuka dan menutupnya celah stomata?

A. Saat sel penjaga menyerap air (turgid), dinding luar yang tipis akan mengembang menarik dinding dalam yang tebal, sehingga celah stomata melengkung membuka.
B. Penebalan dinding dalam berfungsi untuk menghentikan aliran air agar tidak keluar ke sitoplasma sel tetangga.
C. Dinding luar yang tipis akan pecah saat tekanan turgor meningkat sehingga celah stomata tertutup secara permanen.
D. Struktur tersebut dirancang agar kloroplas di dalam sel penjaga dapat keluar masuk mencari sinar matahari.
E. Ketebalan dinding sel tidak memengaruhi fungsi mekanis stomata dan hanya berfungsi sebagai pelindung serangan hama.

Kunci Jawaban: A Saat sel penjaga menyerap air (turgid), dinding luar yang tipis akan mengembang menarik dinding dalam yang tebal, sehingga celah stomata melengkung membuka.

Pembahasan: Perbedaan elastisitas dinding sel penjaga (luar tipis/elastis, dalam tebal/kaku) menyebabkan sel melengkung ke arah luar saat mengalami turgiditas akibat osmosis air masuk. Lengkungan ini membuka celah stomata untuk pertukaran gas.

(4.) Perhatikan kasus biokimia seluler berikut!

Di dalam sel tumbuhan, hidrogen peroksida (H2O2) diproduksi sebagai produk sampingan dari berbagai reaksi metabolik. Senyawa ini bersifat radikal bebas dan sangat beracun bagi sel jika kadarnya berlebih. Namun, sel tumbuhan memiliki organel kecil berbentuk bulat yang kaya akan enzim katalase untuk mengubah H2O2 menjadi air dan oksigen secara instan.

Organel yang memiliki struktur dan fungsi perlindungan seluler terhadap senyawa racun metabolik tersebut adalah...

A. Vakuola lisis
B. Peroksisom (Badan Mikro)
C. Kompleks Golgi
D. Badan Inklusi
E. Leukoplas

Kunci Jawaban: B Peroksisom (Badan Mikro)

Pembahasan: Peroksisom atau badan mikro mengandung enzim oksidatif dan enzim katalase. Struktur membran tunggalnya mengisolasi reaksi pembentukan dan pemecahan hidrogen peroksida (H2O2) agar tidak merusak komponen sitoplasma sel lainnya.

(5.) Analisis spesialisasi sel darah berikut!

Sel darah merah (eritrosit) manusia matang memiliki struktur yang sangat unik: berbentuk cakram bikonkaf dan tidak memiliki nukleus (inti sel) maupun mitokondria di dalam sitoplasmanya.

Apa keuntungan fungsional bagi eritrosit dengan hilangnya organel-organel penting tersebut?

A. Agar eritrosit dapat membelah diri menjadi dua dengan cepat di dalam pembuluh darah kapiler.
B. Memaksimalkan ruang intraseluler untuk menampung hemoglobin dalam mengikat oksigen, serta mencegah eritrosit mengonsumsi oksigen yang dibawanya karena tidak ada respirasi mitokondria.
C. Memudahkan eritrosit untuk berubah bentuk menjadi sel darah putih saat terjadi infeksi bakteri akut.
D. Menurunkan berat jenis darah agar jantung tidak memerlukan energi besar untuk memompa darah ke otak.
E. Menjaga agar permukaan eritrosit tetap licin sehingga tidak mudah menempel pada protein plasma darah.

Kunci Jawaban: B Memaksimalkan ruang intraseluler untuk menampung hemoglobin dalam mengikat oksigen, serta mencegah eritrosit mengonsumsi oksigen yang dibawanya karena tidak ada respirasi mitokondria.

Pembahasan: Ketiadaan nukleus dan mitokondria pada eritrosit matang mamalia memberikan ruang optimal bagi molekul hemoglobin pengikat O2. Tanpa mitokondria, eritrosit melakukan respirasi anaerob (glikolisis) sehingga tidak menghabiskan O2 yang seharusnya didistribusikan ke jaringan tubuh.

(6.) Perhatikan data hasil eksperimen berikut!

Peneliti mengisolasi sel makrofag (sel imun pemburu) dan mengamatinya di bawah mikroskop elektron. Ditemukan bahwa sitoplasma sel makrofag dipenuhi oleh vesikel bermembran tunggal yang mengandung pH sangat asam (~4,5 hingga 5,0) dan penuh dengan enzim hidrolase asam, seperti protease dan lipase.

Keterkaitan struktur asam dan enzim hidrolitik pada organel tersebut sangat mendukung fungsi makrofag untuk...

Pembahasan: Organel yang dimaksud adalah lisosom. Lingkungan asam dan enzim hidrolitik di dalam lisosom berperan vital dalam mendegradasi materi yang ditelan oleh sel imun (makrofag) melalui proses endositosis/fagositosis.

(7.) Perhatikan karakteristik struktural dinding sel tumbuhan berikut!

Sel-sel pada jaringan sklerenkim (misalnya pada tempurung kelapa) memiliki struktur dinding sel sekunder yang sangat tebal dan mengalami lignifikasi (penebalan oleh zat lignin). Setelah mencapai kematangan, protoplas (bagian hidup di dalam sel) akan mati dan menyusut habis.

Hubungan yang tepat antara struktur dinding sel sekunder terlignifikasi tersebut dengan fungsi jaringannya adalah...

A. Memberikan kelenturan yang tinggi agar daun tumbuhan dapat bergerak mengikuti arah mata angin.
B. Berfungsi sebagai saluran utama untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke akar.
C. Menyediakan kekuatan mekanis, kekakuan, dan perlindungan struktural yang luar biasa bagi organ tumbuhan yang tidak lagi tumbuh.
D. Menjadi tempat penyimpanan utama cadangan makanan berupa amilum cair.
E. Mempercepat penguapan air (transpirasi) dari batang menuju atmosfer luar.

Kunci Jawaban: C Menyediakan kekuatan mekanis, kekakuan, dan perlindungan struktural yang luar biasa bagi organ tumbuhan yang tidak lagi tumbuh.

Pembahasan: Penebalan zat lignin pada dinding sekunder jaringan sklerenkim membuatnya menjadi sangat kaku, keras, dan kedap air. Fungsi utama struktur ini adalah penyokong mekanis/pelindung tubuh tumbuhan, meskipun selnya menjadi mati saat dewasa.

(8.) Perhatikan aktivitas absorpsi pada organ berikut!

Permukaan dalam usus halus diselimuti oleh sel-sel epitel kolumnar (batang) yang pada bagian membran apikalnya (menghadap lumen usus) memiliki jutaan lipatan mikroskopis menonjol berbentuk rambut-rambut halus yang disebut mikrovili (brush border).

Ditinjau dari hubungan struktur dan fungsinya, keberadaan mikrovili pada sel epitel usus halus tersebut bertujuan untuk...
A. Menggerakkan sisa-sisa makanan yang tidak tercerna agar cepat menuju usus besar melalui gerakan cambuk silia.
B. Memperluas area permukaan membran sel secara signifikan untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan penyerapan (absorpsi) sari-sari makanan.
C. Menghasilkan lendir tebal untuk melindungi usus dari asam lambung yang korosif.
D. Menyaring bakteri berbahaya agar tidak ikut terserap ke pembuluh limfa.
E. Mengubah zat makanan padat menjadi energi panas tubuh secara mekanis.

Kunci Jawaban: B Memperluas area permukaan membran sel secara signifikan untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan penyerapan (absorpsi) sari-sari makanan.

Pembahasan: Mikrovili adalah tonjolan sitoplasma pada membran plasma sel epitel. Struktur lipatan mikroskopis ini berfungsi memperluas permukaan kontak membran sel dengan nutrien, sehingga proses penyerapan zat gizi di usus halus berjalan maksimal.

(9.) Perhatikan struktur sel saraf berikut!

Sel saraf (neuron) memiliki struktur akson yang sangat panjang, dan sebagian besar akson tersebut dibungkus oleh lapisan lemak tebal bersegmen yang disebut selubung mielin. Di antara segmen mielin tersebut, terdapat celah sempit akson yang telanjang disebut nodus Ranvier.

Bagaimana pengaruh keterkaitan struktur selubung mielin dan nodus Ranvier terhadap fungsi penghantaran impuls saraf?

A. Impuls akan berjalan sangat lambat karena terhambat oleh lapisan lemak mielin yang tebal.
B. Impuls saraf akan dihantarkan secara melompat (saltatory conduction) dari satu nodus Ranvier ke nodus berikutnya, sehingga kecepatan transmisi sinyal listrik meningkat drastis.
C. Sinyal saraf akan diserap oleh lemak mielin dan diubah menjadi cadangan glikogen otot.
D. Nodus Ranvier berfungsi menghentikan aliran listrik agar saraf tidak mengalami korsleting.
E. Struktur tersebut memperlambat impuls agar otak memiliki waktu lebih lama untuk berpikir.

Kunci Jawaban: B Impuls saraf akan dihantarkan secara melompat (saltatory conduction) dari satu nodus Ranvier ke nodus berikutnya, sehingga kecepatan transmisi sinyal listrik meningkat drastis.

Pembahasan: Selubung mielin bertindak sebagai isolator listrik. Kehadiran nodus Ranvier (celah tanpa mielin) memungkinkan potensial aksi "melompat" dengan cepat melewati segmen bermielin. Struktur interdisipliner ini membuat hantaran impuls jauh lebih cepat.

(10.) Baca situasi eksperimen berikut!

Seorang ilmuwan menumbuhkan sel tumbuhan di laboratorium dalam wadah tertutup yang gelap gulita tanpa cahaya selama beberapa minggu, namun tetap disuplai air dan glukosa. Setelah diperiksa struktur selernya, organel kloroplas mengalami degradasi struktural; grana dan tilakoidnya menyusut, dan warnanya berubah menjadi pucat (etioplas). Namun, sel tersebut tetap hidup.

Mengapa sel tumbuhan tersebut tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya meskipun struktur kloroplasnya rusak akibat ketiadaan cahaya?

A. Karena organel mitokondria di dalam sel tumbuhan tersebut masih berfungsi normal untuk melakukan respirasi seluler menggunakan pasokan glukosa luar sebagai sumber energi ATP.
B. Karena dinding sel tumbuhan dapat langsung memproduksi karbohidrat secara mandiri tanpa memerlukan organel internal.
C. Karena kloroplas yang rusak akan melebur menjadi inti sel baru yang bisa membelah diri tanpa energi.
D. Karena sel tumbuhan tersebut otomatis berubah karakteristik menjadi sel prokariotik bakteri yang tidak butuh ATP.
E. Karena vakuola sel mengambil alih fungsi fotosintesis menggunakan bantuan energi kimia air suling.

Kunci Jawaban: A Karena organel mitokondria di dalam sel tumbuhan tersebut masih berfungsi normal untuk melakukan respirasi seluler menggunakan pasokan glukosa luar sebagai sumber energi ATP.

Pembahasan: Kloroplas berfungsi memproduksi glukosa melalui fotosintesis dengan bantuan cahaya. Jika tidak ada cahaya, fotosintesis lumpuh. Namun, selama sel disuplai glukosa dari luar, mitokondria tetap bisa mengolahnya menjadi ATP melalui respirasi seluler untuk menjaga sel tetap hidup. Ini membuktikan mitokondria adalah mesin energi utama bagi sel eukariotik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.