Bupati Jayawijaya Instruksikan KPA Validasi Data Riil Kasus HIV Aids Usai Renovasi Kantor Selesai
Paul Manahara Tambunan July 14, 2026 04:29 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi menyerahkan bantuan dana hibah Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 18 Puskesmas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan kelompok kerja (Pokja) setempat.

Penyerahan bantuan ini dilakukan bersamaan dengan peninjauan Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jayawijaya yang baru selesai direnovasi di Jalan Pikhe Wamena, Senin (14/7/2025).

Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya sekaligus Ketua Umum KPA Jayawijaya, Athenius Murib, bersama Wakil Bupati Ronny Elopere dan jajaran pimpinan OPD.

Baca juga: Tolak Malu Soal Angka HIV, Bupati Jayawijaya Perintahkan Bongkar Data Riil

Bupati Athenius Murib menegaskan perbaikan fasilitas kantor dan pengucuran dana hibah ini merupakan komitmen nyata pemda untuk mengaktifkan kembali peran strategis KPA dalam memerangi HIV/AIDS.

“Dengan kantor yang sudah diperbaiki, saya berharap KPA dapat bekerja lebih maksimal. Tempat ini harus menjadi pusat koordinasi untuk pencegahan, edukasi, pendampingan, hingga pelayanan bagi masyarakat,” ujar Athenius, Senin.

Athenius juga memberikan instruksi khusus kepada kepengurusan baru KPA di bawah pimpinan Tonius Wenda untuk segera turun ke lapangan guna melakukan validasi data.

Sebab, hingga saat ini pemerintah daerah belum mengantongi angka riil kasus HIV/AIDS yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan penanggulangan.

"Saya sendiri belum mengetahui jumlah riil kasus HIV/AIDS di Jayawijaya. Karena itu KPA harus turun langsung melakukan pendataan di lapangan agar kita memiliki data yang benar,” tegas Bupati.

Sementara itu, Ketua Harian KPA Jayawijaya, Tonius Wenda, menyambut baik dukungan penuh dari pemda.

Baca juga: Dinkes Keerom Temukan 25 Kasus Baru HIV/AIDS: Paling Muda Berusia 18 Tahun, 3 Orang Meninggal

Ia mengakui tantangan terbesar di lapangan saat ini adalah menjangkau pasien di wilayah pelosok dan memastikan mereka disiplin berobat.

“Banyak pasien sudah melakukan pemeriksaan tetapi tidak melanjutkan pengobatan. Karena itu peran KPA, Puskesmas, dan LSM sangat penting untuk melakukan pendampingan,” ungkap Tonius.

Melalui sinergi baru ini, Pemkab Jayawijaya berharap tata kelola data kasus semakin akurat dan rantai pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat kampung tanpa adanya diskriminasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.