TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 mulai mematangkan persiapan pengabdian masyarakat di Desa Lembur dan Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.
Persiapan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi perdana bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang kuliah GUB 410 Unika Santu Paulus Ruteng itu diikuti oleh dua kelompok KKN bersama para DPL dalam suasana penuh kekeluargaan dan interaktif.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, menyusun strategi, serta memetakan berbagai kebutuhan teknis sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke lokasi KKN.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari simulasi penyusunan program kerja (proker), pembagian manajemen tim, hingga penataan instrumen administrasi sesuai pedoman pelaksanaan KKN Tematik.
Baca juga: Camat Lambaleda Selatan Ajak Mahasiswa KKN Unika Ruteng Dukung Program Pemerintah di Desa
Mahasiswa juga memaparkan sejumlah rancangan program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, seperti alternatif penanganan kemiskinan ekstrem, pencegahan stunting, peningkatan literasi, serta pendataan masyarakat.
“Program kerja yang kami susun berorientasi pada program alternatif pemberdayaan, alternatif penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, peningkatan literasi, dan pendataan,” ungkap Putri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris saat mempresentasikan program kelompok.
Dosen Pembimbing Lapangan, Bernardus Tube Beding, M.Pd., menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut menjadi bagian penting agar mahasiswa mampu merancang program yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Pertemuan ini sebagai langkah awal bagi mahasiswa agar setiap kelompok memiliki gambaran utuh dalam memetakan program kegiatan yang memiliki dampak perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Mahasiswa tidak asal-asalan dalam menyusun arah program kerja KKN serta tidak hanya bersifat formalitas,” jelas Bernardus.
Selain pembahasan program kerja, kelompok KKN juga membentuk penanggung jawab setiap kegiatan, termasuk bidang dokumentasi dan publikasi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas KKN terdokumentasi dengan baik serta mendukung penyusunan laporan kegiatan secara berkala.
Penataan administrasi juga menjadi perhatian utama sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan kedisiplinan mahasiswa selama menjalankan program pengabdian masyarakat.
Meski membahas agenda penting, suasana rapat berlangsung santai dan penuh kebersamaan. Komunikasi antara mahasiswa dan DPL terjalin dengan baik melalui diskusi terbuka hingga pembuatan konten kreatif sebagai bagian dari dokumentasi digital kelompok.
“Diskusi perdana ini memberikan peta jalan yang sangat jelas bagi kami. Melalui presentasi masing-masing kelompok desa, kami mendapatkan gambaran bagaimana merancang program yang menyentuh masyarakat,” ujar Midun, salah satu peserta KKN Desa Lembur.
Melalui rapat koordinasi perdana ini, kelompok KKN Tematik Unika Santu Paulus Ruteng berharap dapat menjaga kekompakan serta konsistensi semangat pengabdian hingga akhir kegiatan. Tahap selanjutnya, mahasiswa akan melakukan finalisasi program kerja sesuai kebutuhan nyata masyarakat di Desa Lembur dan Pong Ruan.