Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Implementasi kebijakan penggunaan bahan bakar biodiesel B50 sebagai pengganti Biosolar B40 secara bertahap mulai bergulir di Kota Bandar Lampung.
Baca juga: Apa Itu B50, BBM Biodiesel yang Kini Dipakai di Indonesia?
Hingga Selasa (14/7/2026), tercatat empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ) di jalur-jalur utama kota telah resmi mendistribusikan BBM berbasis minyak sawit tersebut, sementara satu SPBU lainnya terpantau belum menerima pasokan.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, empat SPBU yang sudah menyalurkan B50 sejak pekan lalu meliputi SPBU 24.351.36 Kedaton, SPBU Jalan Jenderal Sudirman Pahoman, SPBU Pertamina CoDo 23.351.01 Bypass Rajabasa, dan SPBU Pertamina 24.351.93 Rajabasa.
Seluruh fasilitas pengisian ini melaporkan bahwa stok B40 telah habis dan digantikan sepenuhnya oleh B50.
"Penyaluran B50 di tempat kami sudah dimulai sejak 9 Juli kemarin. Kuota harian yang kami terima dari Pertamina tetap normal, yakni 16 kiloliter (KL) per hari," ujar Pengawas SPBU 24.351.36 Kedaton, Utomo, Selasa.
Senada dengan Utomo, Pengawas SPBU Sudirman, Raka Maulana, serta Pengawas SPBU CoDo Bypass Rajabasa, Arif Suhartono, memastikan bahwa proses masa transisi ini berjalan kondusif.
Hingga kini, belum ada satu pun keluhan dari para sopir truk maupun kendaraan diesel terkait penurunan performa mesin usai menenggak B50.
Harga jualnya pun dipastikan tetap stabil di angka Rp6.800 per liter untuk kategori subsidi.
Adapun rincian serapan kuota harian di empat SPBU tersebut berkisar antara 8 hingga 24 KL per hari, menyesuaikan dengan tingkat mobilitas dan fluktuasi kedatangan kendaraan di masing-masing wilayah.
Kontras dengan kelancaran di empat titik tersebut, SPBU Pertamina 24.351.35 yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Bandar Lampung, hingga saat ini belum menjual produk biodiesel B50 sama sekali.
Admin SPBU Ahmad Yani, Herlina (45), memaparkan bahwa kelangkaan pasokan B50 di areanya terjadi karena lini operasional mereka saat ini memang tidak menyediakan dispenser untuk jenis Biosolar bersubsidi.
"Bahan bakar diesel yang kami jual saat ini baru sebatas produk nonsubsidi Pertamina Dex. Untuk Bio Solar, baik varian B40 lama maupun B50 yang baru, pasokannya memang belum masuk ke sini," pungkas Herlina.