TRIBUNJATIM.COM - Sebuah proposal permohonan bantuan dana yang mengatasnamakan Panitia Pelaksana Kegiatan Peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dan Apeksi Tingkat Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi perhatian publik setelah beredar luas.
Proposal yang diterbitkan pada 4 Juni 2026 tersebut berisi permohonan dukungan pendanaan untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan peringatan.
Dokumen itu ditandatangani oleh Ketua Harian Bayu Joko Mulyono, Bendahara Cansio Xavier Pereira, serta diketahui oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin.
Dalam proposal dijelaskan bahwa berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari upacara seremonial, kompetisi olahraga, pertunjukan seni budaya, bakti sosial, hingga gelar ekonomi kerakyatan.
Namun, Pemerintah Kota Salatiga melalui APBD Tahun 2026 disebut hanya mengalokasikan anggaran untuk kegiatan yang bersifat seremonial.
Sementara itu, pelaksanaan seluruh rangkaian acara masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp400 juta.
Proposal tersebut juga memuat rincian kebutuhan anggaran sebagai lampiran.
Karena itu, panitia mengajak perusahaan swasta maupun badan usaha untuk berpartisipasi memberikan dukungan dana demi kelancaran seluruh agenda yang telah direncanakan.
Baca juga: Apa itu Pesantren? Jadi Kedok Banyak Panti Asuhan dan Majelis Taklim untuk Meraup Dana
Baca juga: 3 Tahun Kakek Nurman Lebarkan Jalan Desa Sendirian Pakai Dana Pribadi dan Donasi, Cegah Kecelakaan
Salah seorang pengusaha berinisial Db mengaku, dirinya menerima proposal tersebut pada Senin (13/7/2026) siang.
"Aneh rasanya, dari Pemkot Salatiga ider atau menyebar proposal untuk perayaan berbagai acara tersebut. Kalau memang tidak ada anggaran, tidak perlu dipaksakan," katanya, Selasa (14/7/2026), dikutip dari Kompas.com.
Ia menyesalkan hal tersebut. Apalagi, kondisi ekonomi saat ini menurutnya sedang tidak baik.
"Ya menyesalkan, karena ini menunjukkan tidak ada perencanaan keuangan dari pemerintah. Apalagi sekarang kondisi ekonomi sedang tidak baik, malah ada proposal yang cenderung membebani masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat pasti akan memahami jika berbagai momentum peringatan hari jadi digelar secara sederhana.
"Daripada membebani masyarakat, lebih baik apa adanya. Apalagi katanya sekarang ini efisiensi, ini harus dilaksanakan sesuai kondisi di masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Diduga Korupsi Dana Asrama Santri, 3 Pengurus Ponpes Al Ibrohimi Gresik Dituntut Penjara Dua Tahun
Beredarnya proposal tersebut juga menjadi pembahasan di media sosial.
Ketua Harian Panitia Pelaksana, Bayu Joko Mulyono saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut meminta untuk menghubungi Sekretaris Daerah Kota Salatiga Muthoin.
"Dengan Pak Sekda nggih, saya hanya membantu," jawabnya melalui pesan WhatsApp.
Sementara Sekda Kota Salatiga Muthoin ketika dihubungi belum memberikan respons.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com