TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSAIZU.
Dwi Puspitasari, mahasiswi Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, berhasil lolos seleksi program magang internasional yang diselenggarakan International Model United Nations (IMUN).
Berdasarkan surat kelulusan resmi yang diterbitkan penyelenggara, Dwi dinyatakan terpilih sebagai Campus Ambassador & Social Media Marketing setelah berhasil melewati proses seleksi yang diikuti ribuan pelamar dari berbagai negara.
Program magang tersebut dijadwalkan dimulai pada 17 Juli 2026 dan dilaksanakan secara daring (remote).
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu Purwokerto mampu bersaing di tingkat internasional serta memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global, khususnya di bidang komunikasi digital dan kepemimpinan.
Program magang internasional yang diselenggarakan IMUN dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas generasi muda dari berbagai negara di Asia, seperti Indonesia, India, Jepang, Filipina, dan Vietnam.
Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh pendampingan (mentoring) dari para profesional mengenai berbagai aspek penting, mulai dari strategi komunikasi publik, pengelolaan media sosial, digital marketing, hingga diplomasi global.
Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berkomunikasi lintas budaya, membangun jejaring internasional, serta memahami praktik pemasaran digital yang diterapkan dalam organisasi berskala global.
Selain memperoleh pengalaman profesional di lingkungan internasional, peserta juga akan mendapatkan berbagai manfaat yang mendukung pengembangan karier di masa depan.
Salah satu keunggulan program ini adalah penerapan sistem kerja 100 persen jarak jauh (Work From Home/WFH).
Skema tersebut memungkinkan mahasiswa tetap mengikuti seluruh rangkaian magang internasional tanpa mengganggu aktivitas akademik di kampus.
Dengan fleksibilitas tersebut, peserta dapat mengembangkan kemampuan teknis (hard skills) maupun keterampilan nonteknis (soft skills), seperti kepemimpinan, kolaborasi lintas negara, komunikasi digital, dan manajemen waktu.
Keberhasilan Dwi Puspitasari menjadi representasi semangat mahasiswa UIN Saizu dalam memanfaatkan berbagai peluang internasional untuk meningkatkan kapasitas diri.
Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya agar lebih aktif mengikuti program magang, pertukaran pelajar, konferensi internasional, maupun berbagai kegiatan pengembangan kompetensi di tingkat global.
Sejalan dengan komitmen UIN Saizu dalam memperkuat internasionalisasi kampus, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki daya saing yang semakin kuat dalam menghadapi tantangan dunia kerja global berbasis teknologi dan transformasi digital.
Dengan keterlibatan dalam program IMUN, mahasiswa tidak hanya memperluas pengalaman internasional, tetapi juga membangun jejaring profesional yang dapat menjadi modal penting dalam pengembangan karier di masa depan. (***)