TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembangunan gedung baru kantor DPRD DIY terus dikebut hingga akhir tahun 2026.
Sekretariat DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Yudi Ismono memastikan proyek pembangunan gedung lembaga legislatif yang berada di Jalan Kenari Yogyakarta itu bisa ditempati pada awal 2027.
"Sampai minggu ini, kita masuk ke minggu ke-69 dalam progres fisik sudah berada di angka 81,7 persen, artinya proyek ini berjalan 'on the track' sesuai dengan target yang ditetapkan oleh kontrak," kata Yudi, Rabu (15/7/2026)
Dia menyampaikan, jika mengacu pada dokumen kontrak kerja, proyek pembangunan gedung baru DPRD DIY dijadwalkan berakhir pada 6 Desember 2026.
Momentum itu juga sekaligus dilakukan serah terima kunci dari pihak pengembang ke pengguna.
Yudi memastikan pengerjaan fisik bangunan gedung DPRD DIY berjalan tepat waktu tanpa kendala berarti.
Dia mengatakan, setelah tahapan pengecekan akhir kelengkapan gedung selesai, mobilisasi pemindahan seluruh aktivitas dewan dari kawasan Malioboro ke Jalan Kenari akan dikebut pada rentang waktu Januari hingga Februari 2027.
"Gedung DPRD yang lama ini merupakan bagian dari cagar budaya dan menyatu dengan Teras Malioboro sisi utara. Nantinya kawasan tersebut akan digabung menjadi satu obyek gedung, entah itu museum atau galeri," ucapnya.
Yudi menegaskan, pemindahan gedung parlemen ini menjadi langkah nyata dalam memproteksi Sumbu Filosofi Yogyakarta.
Ke depannya, menurut dia tata ruang kawasan Malioboro diharapkan dapat segera dikembalikan pada nuansa budaya yang lebih kental dan asri.
Lebih lanjut, dia menyampaikan upaya menjaga kondusivitas perekonomian di jantung kota wisata juga menjadi alasan penting terhadap pemindahan gedung baru DPRD yang menjalankan fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan pemerintahan tersebut.
Tak hanya itu, menurut Yudi, selama bertahun-tahun lokasi gedung DPRD yang berada tepat di pusat Malioboro itu sering menjadi titik sentral massa, yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi aktivitas perputaran ekonomi para pedagang.
"Setiap ada konsentrasi massa, dampaknya tentu terasa pada perekonomian Malioboro. Kalau durasinya singkat mungkin tidak masalah, tapi kalau berjam-jam sampai pagi, ini yang kasihan dengan aktivitas ekonomi warga di sana," katanya.
Menurutnya gedung baru DPRD DIY yang memiliki nilai kontrak akhir sebesar Rp307 miliar tersebut, bangunannya mengusung konsep arsitektur karakter mungguh, yang merupakan perpaduan apik antara gaya arsitektur modern, nuansa khas Yogyakarta dan sedikit sentuhan kolonial. (hda)