'Momen' Dampingi Pengemudi Ojol Belajar Mengaji, dari Iqra hingga Alquran  
Joko Widiyarso July 15, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu per satu pengemudi ojek online mulai memasuki halaman sebuah rumah yang menjadi Rumah Quran IQC di Jalan Bausasran No 56, Pakualaman, Kota Yogyakarta.

Setiap hari Rabu mulai pukul 09.00 - 11.00, para pengemudi ojol ini memang menyempatkan waktu untuk belajar membaca Alquran dalam Majelis Ojol Mengaji (Momen).

Setelah memarkir motor, mereka duduk bersila dan satu per satu mengambil kartu bimbingan. Selanjut mereka menunggu giliran untuk mendapat bimbingan dalam membaca Al-Qur'an.

Edi Susanto menjadi salah satu pengemudi ojol yang rutin belajar membaca Alquran. Sudah hampir tiga tahun ia bergabung dalam Momen. Usianya 47 tahun, namun ia belum lancar membaca Alquran. 

Usianya yang tak lagi muda membuatnya minder jika ingin belajar membaca Alquran di masjid terdekat. Kehadiran Momen menjadi angin segar baginya. Ia bisa belajar membaca Al-Qur'an bersama rekan seprofesi.

"Setelah sharing dengan beberapa teman, memang akhirat harus dikejar. Jangan sampai cuma dunia saja (yang dikejar). Kalau belajar di masjid terdekat pasti malu, karena ada yang anak TK, SD,  SMP udah Alquran, masa kita yang sepuh mulai iqra," katanya, Rabu (15/7/2026).

"Nah, akhirnya ketemu di Momen itu luar biasa. Jadi malunya hilang. Alhamdulillah Momen memfasilitasi ngaji dari jilid I sampai Qur'an. Kita sama-sama ngaji bareng, saling support, tidak minder," sambungnya.

Ketika bergabung Momen, warga Umbulharjo, Kota Yogyakarta itu memulai dari belajar iqra. Namun setelah hampir tiga tahun bergabung, kini ia sudah bisa membaca Alquran hingga Juz 4.

"Setiap ikut Momen aplikasi off dulu, dan di sini juga kan pagi jadi orderan masih landai," ujarnya.

Momen merupakan salah satu kegiatan yang digagas oleh Mualaf Qur'an Center sejak tahun 2023. Progam ini lahir dari kegelisahaan pengemudi ojol yang sungkan belajar mengaji di masjid terdekat.

Punya 125 anggota 

Penanggungjawab Momen, Sugiarto menerangkan ada sekitar 125 anggota yang bergabung. Usianya beragam, rentang 27 hingga 72 tahun. Proses belajar pun disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

"Jadi ketika datang, ustaz yang mendampingi akan mengecek dulu kemampuan bacanya seperti apa. Baru kemudian disarankan misalnya dari iqra 1, 2, atau mungkin 6 gitu baru lanjur ke Al-Qur'an. Di sini tim pengajar kita ada empat orang, dan yang rutin mengajar itu rata-rata ustaz yang juga punya majelis di luar. Artinya jam terbangnya sudah cukup untuk mendampingi peserta belajar," terangnya.

Pihaknya tidak memungut biaya sama sekali. Semua fasilitas, seperti Alquran dan iqra disediakan secara gratis.

"Di sini full benar-benar gratis. Tetapi kadang jamaah sudah merasa nyaman di sini, kemudian inisiatif membawa makanan atau buah-buahan untuk dimakan bersama. Setelah selesai kami menyediakan makan siang, ya kayak angkringan alakadarnya," lanjutnya.

Seiring berkembangnya waktu, minat peserta semakin tinggi. Tidak hanya dari kalangan pengemudi ojol, Momen pun kini terbuka untuk masyarakat umum yang ingin belajar mengaji. Terbukti ada beberapa lansia yang turut belajar mengaji meskipun bukan pengemudi ojol.

Layanan pun ditambah. Mualaf Qur'an Center kemudian berkolaborasi dengan Yayasan Rumpin Nurani dan menghadirkan Momen 2.0 di Kafe Kolektif. Selain itu, layanan ini ditambah dan berkolaborasi Masjid Munzalan Mubarakan Giwangan.

"Ini menjadi titik layanan baru, artinya kalau teman-teman ojol di area selatan belum ada kegiatan di sini, bisa merapat ke Masjid Munzalan Mubarokan, setiap Selasa. Yang area utara juga kita sediakan berikan titik layanan di Kafe Kolektif, setiap Sabtu. Dan sekarang kita kembangkan lagi untuk rekan ojol perempuan yang ingin belajar ngaji," imbuhnya. (maw)
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.