Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal menerapkan kurikulum baru mulai semester gasal tahun akademik 2026/2027 ini.
Kurikulum yang mengacu pada Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2025 tentang Pendidikan ini menekankan pada empat pilar utama, yakni integritas, penguasaan bahasa asing, kerja tim, dan resiliensi.
Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Dr. Sigit Priyanta, S.Si, M.Kom., menjelaskan struktur kurikulum disederhanakan sehingga lebih ramping dan mudah dipahami mahasiswa dan dikelola prodi.
Kurikulum ini pun mencakup transdisiplin untuk memberikan ruang bagi mahasiswa mengambil mata kuliah lintas prodi, termasuk opsi second major, minor, intensifikasi, hingga fast track.
”Ada muatan optimalisasi kekayaan keahlian lintas prodi/fakultas untuk menjawab persoalan kompleks yang memantik kolaborasi, integrasi, dan sintesis pengetahuan," katanya, Kamis (16/7/2026).
Di samping itu, kurikulum baru ini didesain untuk mencirikan lulusan UGM.
Baca juga: Mengapa Jas Almamater UGM Disebut Karung Goni? Ini Penjelasannya
Salah satu implementasinya melalui penerapan kurikulum universitas sebanyak 23 SKS yang berlaku seragam di seluruh program studi.
Kurikulum tersebut diklaim menjadi identitas bersama, sekaligus membekali setiap lulusan UGM dengan kompetensi dasar yang dibutuhkan di berbagai bidang.
Ada 23 SKS wajib yang mencakup mata kuliah dasar seperti Pendidikan Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, serta literasi digital, Sustainable Future Skills, KKN, dan penguasaan bahasa asing.
Sedangkan kurikulum inti program studi harus memuat minimal 60 persen dari total SKS program studi, dengan fleksibilitas sesuai kebutuhan akreditasi dan asosiasi profesi.
Selain itu, kurikulum ini juga menampung Personalised Education & Employability, yang menekankan pada keterampilan kerja tim, resiliensi, dan kemampuan adaptasi yang tinggi.
”Di sini mahasiswa bisa merancang jalur belajarnya sendiri, second major, minor intensification, atau elektif sesuai tujuan karir dan minat riset” ujarnya.
Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., berharap kurikulum baru ini diharapkan dapat mempersiapkan lulusan untuk berkontribusi di masyarakat serta dunia profesional.
”Dengan semangat kebersamaan, UGM berkomitmen untuk terus berinovasi dalam tata kelola pendidikan, memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan, adaptif, dan berdaya saing tinggi," imbuhnya. (*)