BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana pembangunan ulang Blok Besi, Pasar Harum Manis, kawasan Pasar Lima Banjarmasin akan dijalankan pascakebakaran beberapa waktu lalu.
Perumda Pasar Banjarmasin akan membangun sekitar 65 kios atau toko semi permanen, pengganti sementara bagi pedagang yang kiosnya terbakar.
Ketua Dewan Pengawas Perumda Pasar Banjarmasin, Matnor Ali mengatakan, bangunan baru sengaja dibuat semi permanen demi mengutamakan faktor keselamatan. Menghindari konstruksi kayu yang rawan terbakar.
Desainnya juga akan mengadopsi model Pasar Bawang yang lebih dahulu menyusul pembangunan sementara pascadilanda insiden serupa sekitar dua bulan lalu.
"Berdasarkan kesepakatan, kios akan dibangun semi permanen demi keamanan, menggantikan struktur kayu terdahulu yang dinilai ringkih dan rawan kebakaran. Kualitas bangunan bakal sama dengan Pasar Bawang," ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Keputusan itu merupakan hasil kesepakatan bersama antara Perumda Pasar dan para pedagang korban kebakaran pada rapat yang digelar belum lama ini.
Pihaknya menegaskan, seluruh proses pembangunan kembali sepenuhnya berada di bawah koordinasi Perumda Pasar.
Sebab itu, pedagang maupun pihak luar tidak diperkenankan membangun kios secara mandiri di atas lahan bekas kebakaran.
"Di lokasi bekas kebakaran, pihak luar atau pedagang tidak diperbolehkan melakukan pembangunan mandiri dalam bentuk apa pun. Seluruh pembangunan harus dikoordinasikan dan dilakukan oleh Perumda Pasar," tegasnya.
Baca juga: Pemancing Ditemukan Meninggal di Sekitar Desa Karang Paci HSS, Polisi Buka Suara
Baca juga: BREAKING NEWS- Krisis Air Bersih di Kabupaten Banjar Meluas, 20 Desa di Delapan Kecamatan Terdampak
Baca juga: Sekretaris DPD Partai Golkar Banjarmasin H Syarifuddin Ardasa Meninggal, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat
Demi merealisasikan pembangunan tersebut, pembiayaan akan diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) Perubahan.
Direksi akan terlebih dahulu menyampaikan draf kepada Dewan Pengawas sebelum diteruskan kepada Kuasa Pemegang Modal (KPM) untuk memperoleh persetujuan.
Apabila seluruh proses administrasi berjalan sesuai rencana, pengerjaan fisik ditargetkan dapat dimulai paling cepat akhir tahun ini. Sementara, penyelesaian pembangunan diperkirakan rampung pada awal 2027.
Ia menegaskan, penanganan Pasar Bawang dan Blok Besi berbeda. Pasar Bawang lebih dahulu masuk anggaran murni.
"Sedangkan, blok besi baru bisa diusulkan di anggaran perubahan. Jadi pembangunannya paling lambat akhir 2026," bebernya.
Selama proses pembangunan berlangsung, pedagang dipersilakan mencari lokasi berdagang sementara secara mandiri di sekitar kawasan pasar.
Sebelumnya Perumda Pasar sempat menawarkan relokasi ke Sentra Antasari maupun eks Pasar Pemotongan Ayam. Namun opsi tersebut ditolak pedagang karena dinilai terlalu jauh dari basis pelanggan mereka.
Tata letak bangunan sementara itu akan dibangun hingga batas siring atau menghadap Sungai Martapura. Kios sementara dibuat menjadi tiga blok dengan dua jalur gang.
"Sebagian ada yang terkena bekas lokasi kebakaran. Tapi tata letaknya ditata ulang agar lebih rapi," paparnya.
Menurut Matnor, lokasi yang menghadap ke siring dibuat bukan tanpa pertimbangan. Langkah tersebut diharapkan juga dapat menghidupkan sentra kuliner di kawasan tersebut.
“Pedagang UMKM makanan dan minuman jadinya bisa mengisi, kawasan lebih hidup sekaligus menghilangkan kesan kumuh di bantaran pasar,” jelasnya.
Selain membangun kembali area yang terbakar secara sementara, Perumda Pasar tetap menyiapkan rencana jangka panjang revitalisasi penataan ulang kawasan secara menyeluruh. (Banjarmasinpost.co.id/mariana)