Jakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyasar remaja putri dalam sosialisasi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sebagai upaya meningkatkan pemahaman gizi sejak dini dan pencegahan stunting.

"Kenapa remaja putri? Karena ternyata putri itu yang kita harapkan menjadi ibu rumah tangga yang mengerti terkait dengan gizi dari rumah tangga itu sendiri," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat.

Hasudungan mengatakan sosialisasi tersebut rutin dilaksanakan di sekolah-sekolah, salah satunya di SMKN 41 Jakarta Selatan, Cilandak, pada 10 Juni lalu yang diikuti sekitar 200 siswi.

Pola Pangan B2SA merupakan konsep konsumsi pangan yang mendorong masyarakat mengonsumsi aneka ragam sumber pangan dengan komposisi gizi seimbang dan terjamin keamanannya.

Penerapan B2SA, kata dia, tidak harus mahal, namun perlu pemahaman tentang komposisi pangan yang tepat dan pemanfaatan sumber daya pangan lokal.

Dengan pola konsumsi yang beragam dan seimbang, ketahanan pangan keluarga dapat diperkuat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia.

Melalui edukasi B2SA, diharapkan mampu menanamkan kebiasaan konsumsi pangan yang baik sejak dini agar anak-anak memahami makan bukan hanya sekadar kenyang, tetapi harus memenuhi prinsip beragam, bergizi seimbang dan aman.

Selain edukasi gizi, KPKP juga terus mendorong pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) untuk meningkatkan produksi pangan di Jakarta yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Ia mengatakan Pemprov DKI juga menjalankan program contract farming di sembilan provinsi untuk menjaga pasokan pangan.

Di sisi lain, pengembangan pertanian perkotaan dilakukan melalui pembagian rak hidroponik, bak fiber untuk budidaya ikan, hingga diversifikasi hasil produksi agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Angka konsumsi ikan di Provinsi DKI Jakarta juga terbilang rendah.

"Jadi kita juga ingin melaksanakan peningkatan konsumsi ikan tadi dengan urban farming tadi," kata Hasudungan.