TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tawuran antar kelompok pecah di Jl Veteran Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/7/2026) dini hari.
Video aksi saling serang yang diduga melibatkan geng motor dan kelompok warga sekitar itu, viral di sosial media.
Satu unit motor jenis Kawasaki KLX yang diduga kendaraan dari kelompok geng motor, dibakar di badan jalan.
Pantauan tribun di lokasi, abu hitam bekas kobaran api yang melahap motor masih membekas di aspal jalan.
Begitu juga pentil angin copot dari ban motor itu, juga masih terlihat di lokasi.
Lokasi motor dibakar itu, tepat di depan rumah kecantikan, pertigaan Jl Veteran Selatan- Jl Rappocini Raya.
Sekuriti rumah kecantikan yang dihampiri, Subhan (32), mengaku tak melihat persis kejadian lantaran lepas piket.
Hanya saja di pagi hari begitu waktu jam kerja Subhan masuk, ia mengaku mendapat informasi dari sekuriti sebelumnya, bahwa aksi saling serang itu terjadi sekitar 04.30 Wita.
"Kejadiannya sekitar jam setengah 5 pagi. Saya datang, barang (motor dibakar) sudah tidak ada, sudah diamankan polisi," kata Subhan.
Subhan juga mengaku tak tahu, perang kelompok itu melibatkan siapa saja.
Hanya saja kata dia, di sekitar lokasi kerap terjadi aksi balapan liar.
Baca juga: Tawuran Warga vs Geng Motor di Jl Veteran Selatan Makassar, Motor KLX Dibakar
Utama di malam Jumat hingga akhir pekan Sabtu malam.
"Sering kalau itu (balap liar), malam Jumat biasanya. Tidak tentu malamnya tapi kalau malam Jumat itu, biasanya sampai malam Minggu," ungkap Subhan.
Sebelumnya, pada Kamis malam pekan lalu, lanjut Subhan, kawanan geng motor membuat onar di sekitar lokasi.
Mereka kata dia, merusak mobil warga dengan memecahkan kaca mobil.
"Kaca mobil pecah, katanya sih (yang memecahkan) geng motor. Malam Jumat juga (kejadiannya)," bebernya.
Barang bukti motor yang dibakar kini telah diamankan di Mapolsek Mamajang, sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.
Pantauan tribun di polsek yang berlokasi di Jl Lanto Dg Pasewang ini, kondisi motor rusak parah.
Kobaran api, menghanguskan nyaris seluruh body motor yang bermaterial plastik.
Hanya menyisakan rangka, mesin dan velg yang sebagian bannya juga sudah ludes terbakar.
Kanit Reskrim Polsek Mamajang, AKP Alim Bahri mengatakan, hasil penyelidikan sementara di lokasi kawanan geng motor itu diperkirakan berjumlah 30 unit motor.
Hanya saja kata Alim, untuk pemilik motor yang dibakar belum diketahui.
Pasalnya, sang pemilik motor juga belum melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Mamajang.
"Sementara Kita masih melakukan penyelidikan, apakah ini motor oknum geng motor atau motor pengendara yang sementara melintas," ucapnya.
Untuk mengetahui pemilik motor, Tim Reskrim Polsek Mamajang kata Alim Bahri, telah melakukan pengecekan nomor mesin dan nomor rangka.
Nomor yang dikantongi itu, nantinya akan diserahkan ke Samsat untuk mengidentifikasi pemilik kendaraan.
"Kami sudah mengkroscek nomor mesin dan nomor rangka untuk menentukan siapa pemilik motor tersebut. Karena sampai saat ini di Polsek Mamajang belum ada yang keberatan bahwa motornya dibakar atau hilang," sebutnya.
Alim tak menampik adanya rencana balap liar di lokasi yang diduga memicu kemarahan warga sekitar.
"Info yang saya dapat dari warga setempat, memang mau terjadi balap liar. Namun beberapa menit kemudian tepatnya pukul 04.30 Wita, lewatlah anak-anak motor yang berjumlah kurang lebih 30, disitulah terjadi keributan," ungkapnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Alim menuturkan, peningkatan intensitas patroli lebih ditingkatkan kedepannya.
"Jadi kami dari Polsek Mamajang ini, setiap saat akan melakukan patroli. Setiap dua jam Kita akan melakukan patroli di wilayah hukum Polsek Mamajang," tegasnya.
Hal senada diungkapkan, Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin.
Wahid menuturkan, keributan dipicu adanya kawanan geng motor yang hendak melakukan penyerangan di lokasi.
Saat tiba lokasi, kawanan geng motor itu kata dia, menggeber-geber suara knalpot motornya.
Aksi geber-geber motor itu, diduga memicu kemarahan warga sekitar.
"Masyarakat di sekitar situ merasa terganggu, terusik, mereka melakukan pengusiran sehingga terjadi saling lempar," ungkap Wahid.
"Saat mereka (geng motor) terdesak, akhirnya ada satu motor tertinggal di TKP dan itulah yang dijadikan sasaran pengrusakan oleh massa dan membakar sepeda motor tersebut," sebutnya.
Saat ini kata, Wahid, kasus itu masih sementara diselidiki Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar.
Untuk mecegah kejadian serupa, Wahid bilang, Polrestabes Makassar saat ini telah membentuk Tim khusus untuk mencegah aksi balap liar, geng motor dan kejahatan jalanan lainnya.
Tim itu kata dia, bernama Trisula yang terdiri dari fungsi Reskrim, Samapta dan Intel.
Namun saat kejadian, kata Wahid, tim patroli yang terbentuk itu diperkirakan sudah bersiap ke masjid menunaikan salat subuh.
"Saya kira kalau masalah kecolongan, tidak juga. Karena kejadian menjelang salat subuh, jadi teman-teman pada saat mau salat subuh mereka juga mau salat subuh," tuturnya.(*)