FIFA Minta Pengecualian Aturan kepada IFAB untuk Final Piala Dunia 2026 demi Pertunjukan Hiburan Bergaya Super Bowl
Aurora Nightingale July 18, 2026 06:00 AM

Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina diperkirakan akan menghadirkan perubahan besar dari pola tradisional pertandingan sepak bola, dengan jeda paruh waktu yang jauh lebih panjang dari biasanya untuk mengakomodasi pertunjukan hiburan bergaya Super Bowl. Langkah ini, yang dilaporkan membuat FIFA harus meminta izin khusus dari International Football Association Board (IFAB), telah memicu perdebatan di kalangan pemain, pelatih, dan penggemar, terutama di antara para puritan yang menilai jeda panjang tersebut dapat mengganggu ritme dan momentum kompetitif pertandingan.

Meski durasi pastinya belum dikonfirmasi secara resmi, perkiraan menunjukkan bahwa jeda tersebut bisa melampaui 20 menit dan bahkan mendekati 25 menit. Beberapa proyeksi bahkan memperkirakan total gangguan dapat mencapai sekitar 30 menit setelah semua elemen operasional diperhitungkan.

Alasan FIFA membutuhkan pengecualian

Berdasarkan Hukum Permainan IFAB, jeda paruh waktu “tidak boleh melebihi 15 menit” kecuali jika aturan kompetisi menentukan sebaliknya. Meskipun FIFA merupakan penyelenggara Piala Dunia, lembaga ini tidak dapat secara sepihak mengubah Hukum Permainan yang diatur oleh IFAB. Oleh karena itu, FIFA dilaporkan mengajukan permintaan pengecualian satu kali untuk memperpanjang waktu istirahat paruh waktu guna menjalankan pertunjukan hiburan bergaya Super Bowl di final tersebut.

Menurut laporan dari MARCA, FIFA telah menyiapkan jadwal operasional yang sangat rinci untuk jeda tersebut, menjelaskan alasan mengapa durasi tambahan diperlukan untuk menggelar pertunjukan tersebut.

Rincian jadwal paruh waktu

MARCA melaporkan bahwa perpanjangan waktu jeda paruh waktu ini dibagi menjadi tiga fase utama:

  • Persiapan panggung (sekitar 5 menit): Segera setelah babak pertama berakhir, tim besar akan masuk ke lapangan untuk memasang panggung sementara tanpa merusak permukaan lapangan.
  • Pertunjukan paruh waktu (sekitar 13–15 menit): Pertunjukan utama akan berlangsung, menampilkan produksi besar dengan musik, pencahayaan, dan efek visual.
  • Pembongkaran dan pemulihan lapangan (sekitar 5 menit): Panggung dan peralatan akan segera dibongkar, lapangan dikembalikan ke kondisi semula seperti sebelum kick-off, sehingga tidak berdampak pada babak kedua.

Urutan kegiatan yang terkoordinasi secara ketat ini dirancang agar total jeda tetap berada dalam rentang waktu 25 hingga 30 menit sesuai proyeksi.

Langkah ini mengikuti praktik pada final Piala Dunia Antarklub FIFA tahun lalu di New Jersey, di mana jeda paruh waktu diperpanjang hingga sekitar 24 menit karena adanya pertunjukan hiburan serupa. Acara tersebut secara luas dianggap sebagai uji coba untuk final Piala Dunia 2026, terutama karena juga diselenggarakan di Amerika Serikat.

Pertunjukan hiburan bertabur bintang

Final ini akan menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia FIFA menampilkan pertunjukan paruh waktu berskala besar seperti ini.

Menurut penyelenggara, pertunjukan tersebut akan dikurasi oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, dan akan menghadirkan bintang-bintang dunia seperti Shakira, Justin Bieber, BTS, Madonna, dan Burna Boy. Gustavo Dudamel dan PS22 Chorus juga dikabarkan akan tampil bersama Coldplay dalam produksi tersebut.

Hiburan tidak hanya terbatas pada jeda paruh waktu. FIFA telah mengonfirmasi bahwa Post Malone akan menjadi penampil utama dalam Upacara Penutupan pra-pertandingan, yang juga akan menampilkan Robbie Williams, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, serta kepribadian internet IShowSpeed. Penyanyi peraih Grammy, Jennifer Hudson, dijadwalkan menyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat sebelum kick-off dimulai.

Perdebatan mengenai kesejahteraan pemain

Perpanjangan waktu jeda yang dilaporkan ini telah menimbulkan diskusi mengenai dampaknya terhadap pertandingan itu sendiri.

IFAB sebelumnya telah memperingatkan bahwa memperpanjang jeda secara signifikan dapat memengaruhi kondisi fisik pemain karena memperpanjang periode inaktivitas sebelum babak kedua, yang berpotensi meningkatkan risiko cedera otot setelah permainan dilanjutkan.

Masalah ini juga menarik perhatian karena IFAB pernah menolak permintaan dari CONMEBOL pada tahun 2021 untuk memperpanjang waktu paruh waktu menjadi 25 menit dengan alasan serupa terkait kesejahteraan pemain. Para pengkritik menyoroti keputusan tersebut dan mempertanyakan apakah rencana terbaru FIFA ini menandai penyimpangan dari kebijakan sebelumnya.

Terlepas dari durasi akhirnya, pertandingan antara Spanyol dan Argentina pada hari Minggu ini akan menjadi final Piala Dunia pertama yang menampilkan pertunjukan paruh waktu penuh bergaya Super Bowl, menandai perubahan besar dalam sejarah ajang sepak bola terbesar di dunia saat FIFA terus menggabungkan kompetisi elit dengan hiburan berskala besar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.