SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU- M Syarif Elvirian ditangkap polisi setelah diduga membakar rumah mertuanya di RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak delapan rumah dan tiga bangunan ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Di hadapan polisi, pelaku mengaku nekat membakar rumah mertuanya karena sakit hati setelah istrinya, Septi Wulandari, berencana menggugat cerai dirinya.
Gugatan cerai itu muncul setelah korban diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan dan tes urine, pelaku diketahui positif mengonsumsi narkoba.
Akibat perbuatannya, pelaku kini telah ditahan di Polres Lubuklinggau untuk menjalani proses hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat pelaku dan istrinya terlibat pertengkaran rumah tangga yang berujung pada dugaan penganiayaan terhadap korban hingga dirawat di rumah sakit.
Setelah mengetahui istrinya berencana menggugat cerai, pelaku diduga mendatangi rumah mertuanya dan menyiramkan bensin sebelum membakar rumah tersebut.
Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri. Namun, beberapa jam kemudian ia berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polres Lubuklinggau.
Ketua RT 04 Kelurahan Jawa Kanan SS, Ali Lukman, mengatakan sebelum kebakaran terjadi memang sempat terjadi perselisihan rumah tangga antara Syarif dan istrinya, Wulan.
Menurut Ali Lukman, sekitar empat hari sebelum kejadian keduanya sempat bertengkar. Kemudian pada Jumat sekitar pukul 17.30 WIB, Syarif datang ke rumah tersebut dan diduga menendang atau menobrak pintu rumah.
"Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa rumah diduga dibakar menggunakan bensin oleh Sarip. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian," ujar Ali Lukman.
Api kemudian dengan cepat membesar, menghanguskan rumah tersebut sebelum merambat ke rumah-rumah warga di sekitarnya.
Padatnya permukiman membuat api dengan cepat menjalar hingga menghanguskan sedikitnya 11 rumah warga.
Selain itu, akses menuju lokasi yang sempit membuat proses pemadaman mengalami kendala.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB setelah lima unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil water cannon milik Polres Lubuklinggau diterjunkan ke lokasi.
"Api pertama terlihat dari rumah Syarif dan Wulan, lalu langsung membesar karena rumah-rumah lainnya berdekatan," ujar Dian, warga setempat.
Dian mengatakan warga beruntung karena saat kejadian kondisi lingkungan masih ramai sehingga penghuni rumah dapat segera menyelamatkan diri.
"Beruntung bisa menyelamatkan diri dulu. Kalau barang-barang semuanya habis terbakar," katanya.
Sementara itu, Camat Lubuklinggau Timur II, Fitrianto R, mengatakan proses pemadaman sempat terkendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk yang berdekatan dengan rel kereta api.
"Kendalanya jalan sempit sehingga mobil damkar sulit masuk. Selain itu lokasinya dekat pasar dan banyak masyarakat yang menonton sehingga proses pemadaman sempat terkendala," kata Fitrianto, yang akrab disapa Dodon.
Ia mengatakan jumlah kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh pihak kelurahan. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Korban jiwa tidak ada. Untuk rumah yang terbakar berdasarkan laporan sementara berkisar antara enam hingga sebelas unit, dengan sekitar sepuluh kepala keluarga terdampak. Data ini masih bersifat sementara," ujarnya.
Saat ini para korban untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga maupun kerabat sambil menunggu proses pendataan dan bantuan dari pemerintah.