BANGKAPOS.COM, BANGKA — Kebutuhan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Bangka Barat masih belum terpenuhi.
Pasalnya, dari total ideal 14.431 titik lampu PJU untuk seluruh wilayah hingga sampai ke desa-desa, saat ini yang ada atau existing hanya sekitar 1.237 unit atau titik.
Dengan begitu, kurang dari 10 persen lampu PJU yang terpasang saat ini. Demikian yang disampaikan oleh Aidin Setiawan Putera, Kepala Dinas Perhubungan, Perumahan dan dan Kawasan Permukiman (Dishubperkim) Bangka Barat.
“Secara kebutuhan itu sudah hitung dengan konsultan yakni sebanyak 14.431 titik lampu, itu dengan jarak tiang 50 meter (antar lampu PJU-red),” kata Aidin, Senin (20/7/2026).
Sedangkan, yang tersedia saat ini adalah sebanyak 1.237 titik lampu PJU yang tersebar di seluruh Kecamatan di Bangka Barat dengan jenis lampu prabayar yang diisi dengan token listrik.
“Jadi masih banyak perlunya. Tapi dengan kondisi keuangan seperti ini kita terpaksa menunggu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aidin menyebut bahwa pengadaan lampu PJU tersebut sudah dianggarkan di APBD Kabupaten Bangka Barat untuk tahun 2026 ini.
Kendati demikian, sampai saat ini pihaknya pun masih menunggu kepastian soal pengadaan itu apabila sewaktu-waktu anggaran tersebut dialihkan untuk kebutuhan lain.
“Sudah dianggarkan, tapi belum tau berapa pastinya, masih pembahasan karena kondisi anggaran kita saat ini sedang defisit. Itu juga dari hasil reses dan pokir-pokir (pokok pikiran-red),” imbuhnya.
Aidin menyebut bahwa sejauh ini pemenuhan kebutuhan lampu PJU dilakukan melalui anggaran pemerintah, baik APBD maupun APBN.
“Kalau dari CSR-CSR kita tidak ada. Kita sudah pernah coba mengajukan ke perusahaan-perusahaan, tapi mereka tidak mau. Biasanya mereka (perusahaan-red) lebih memilih membantu pembangunan rumah layak huni,” ujarnya.
Oleh karena itu, selain dari APBD, pihaknya mengharapkan bantuan lampu PJU dari dana APBN lewat Kementerian ESDM.
“Itu ada program di pusatnya, tapi di pusat juga kurang lebih sama masalahnya seperti kita soal defisit anggaran,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)