Presiden Prabowo Subianto berbicara soal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang banyak mendapatkan kritik dari masyarakat terkait operasionalnya. Ia mengakui program yang baru berjalan sekitar satu setengah bulan itu masih memiliki banyak kekurangannya.
"Tentunya baru satu setengah bulan beroperasi banyak kekurangan. Ada yang listriknya belum baik, ada yang airnya belum baik, ada yang belum dapat internet dan sebagainya," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipantau secara daring melalui YouTube, Sekretariat Presiden, Senin (20/7/2026).
Namun, ia bertekad ke depan operasional Kopdes Merah Putih akan lebih membaik. Prabowo mengatakan Kopdes Merah Putih akan dilengkapi dengan gudang, ruang pendingin (cold storage), truk pengangkut, apotek yang menjual obat generik murah, bengkel alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga menjadi penyalur barang bersubsidi.
"Saudara-saudara, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa, pertama kali dalam sejarah. Tidak bisa nanti ada barang langka, tidak bisa nanti ada menimbun barang di saat kritis, mau Idul Fitri barang langka, mau tahun baru barang langka," katanya.
Prabowo bercerita bahwa awalnya, kehadiran Kopdes Merah Putih ditujukan untuk menghilangkan rentenir yang selama ini telah menghisap darah petani Indonesia. Namun dalam perjalanannya, pemerintah melihat akan ada penghematan ratusan triliun dari rantai pasok ini.
"Kalau kita lihat selama ini petani jual ke pengepul, pengepul ngumpul ke distributor, distributor ke sub distributor, sub distributor ke pedagang grosir, pedagang grosir ke pedagang retail, satu, dua, tiga, empat, lima, lima pihak baru ke konsumen. Ternyata setelah diriset oleh Menteri Pertanian, keuntungannya yang diambil oleh pihak penengah ini adalah 30 sampai 40%," ujarnya.
"Jadi (penghematan) diperhitungkan Rp 313 triliun. Jadi yang dinikmati oleh petani hanya 30%, sepertiga, yang dinikmati oleh konsumen 30%, yang 40% dinikmati oleh middleman. Ya sulit untuk ada kemakmuran," sambungnya.
Prabowo mengatakan nantinya Kopdes Merah Putih hanya akan menerima keuntungan 5-10%. Dengan begitu, porsi keuntungan yang lebih besar dapat dinikmati petani dan konsumen.
"Jadi kalau Rp 1 beredar di masyarakat, kegiatan ekonomi yang ditimbulkan bisa 2, 3 sampai 4 kali lipat. Kalau minimal 2 kali berarti Rp 600 triliun atau Rp 500 triliun minimal akan beredar di rakyat kita di bawah. Kalau sampai 3 kali, 4 kali itu kita bisa bayangkan secara benar," terangnya.
Saksikan Live DetikPagi :





