PT Bintang Toedjoe Bekali Gen Z SMK Yadika Palu Edukasi Narkoba, Herbal dan Literasi Digital
Fadhila Amalia July 21, 2026 05:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - PT Bintang Toedjoe melalui Komix Herbal menggelar talkshow bertajuk “Generasi Sehat, Generasi Herbal, Saatnya Gen Z Mengenal Herbal” di SMK Yadika Palu, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SMK Yadika Palu, Jl Hang Tuah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), tersebut menyasar para siswa sebagai generasi muda penerus bangsa.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi PT Bintang Toedjoe melalui Komix Herbal bersama BNN Kota Palu, BPOM Kota Palu, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulteng, dan TribunPalu.com.

Baca juga: Kepala SMK Yadika Palu Apresiasi Edukasi Bahaya Narkoba dan Herbal untuk Siswa

Dalam taks show itu juga PT Bintang Toedjoe mengumumkan Duta Herbal diantaranya Nur Airin dan Arya Saffat siswa SMK Yadika Palu.

Sejumlah materi diberikan kepada para siswa, mulai dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan vape yang mengandung zat berbahaya, penggunaan obat tepat, keamanan produk, literasi digital, hingga pentingnya mengenal dan memanfaatkan herbal.

PR dan Commercial Marketing Manager PT Bintang Toedjoe, Zaini Ahsan Prahendra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi untuk mendekatkan edukasi kesehatan kepada generasi muda.

Menurutnya, generasi Z perlu dipersiapkan menjadi generasi yang sehat secara menyeluruh, baik secara fisik maupun digital.

"Bagaimana kita melihat generasi saat ini, Gen Z ingin menjadi generasi yang sehat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara digital," ujar Zaini.

Ia mengatakan, edukasi kepada generasi muda menjadi penting karena mereka saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi dari BPOM mengenai pentingnya menjadi konsumen yang bijak.

Para peserta diperkenalkan dengan layanan Cek KLIK dan BPOM Mobile sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan produk yang akan dikonsumsi.

"Generasi muda, khususnya Gen Z, masih banyak yang belum tahu mengenai Cek KLIK dan BPOM Mobile. Ini menjadi dasar agar mereka bisa menjadi konsumen yang bijak," katanya.

Selain itu, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulteng turut memberikan edukasi mengenai penggunaan obat yang tepat melalui prinsip DAGUSIBU.

DAGUSIBU merupakan akronim dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar.

Zaini mengatakan, pemahaman tersebut penting agar generasi muda dapat menggunakan obat secara aman dan bertanggung jawab.

Baca juga: Lestarikan Bahasa Daerah, Buku Sova Kaili Rai ri Tavambula Rampung Setelah Digarap 13 Tahun

"Bagaimana generasi muda bisa mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan tepat," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, PT Bintang Toedjoe juga mengajak generasi muda mengubah pandangan terhadap herbal.

Zaini mengatakan, herbal tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang kuno dan hanya berkaitan dengan pengobatan tradisional.

Ia mencontohkan Korea Selatan yang memiliki ginseng sebagai salah satu produk herbal yang dikenal luas.

Sementara Indonesia, kata dia, memiliki berbagai kekayaan tanaman herbal, salah satunya jahe merah.

"Kalau Korea punya ginseng, Indonesia punya jahe merah. Semangat itulah yang menjadi dasar kami untuk mengenalkan jahe merah kepada generasi muda," katanya.

Ia berharap, generasi Z dapat melihat herbal sebagai sesuatu yang modern dan dapat menjadi bagian dari gaya hidup.

"Generasi muda saat ini harus mengubah perspektifnya. Herbal itu bukan suatu hal yang kuno dan tradisional, tetapi bisa menjadi sesuatu yang modern dan menjadi gaya hidup baru," tuturnya.

Selain edukasi mengenai herbal, Zaini mengatakan PT Bintang Toedjoe juga memberikan perhatian terhadap literasi digital.

Menurutnya, generasi muda saat ini hampir tidak dapat dipisahkan dari teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Namun, penggunaan teknologi tersebut harus diimbangi dengan pemahaman yang baik.

"Teknologi digital itu ibarat pisau bermata dua. Kalau digunakan dengan baik, akan bermanfaat. Tetapi kalau digunakan untuk hal yang tidak baik, akan membahayakan kita," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama ketika menerima maupun menyebarkan informasi.

Menurutnya, pengguna media sosial harus memahami dampak penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks.

Selain itu, PT Bintang Toedjoe memperkenalkan gerakan 15 Minutes Move sebagai bagian dari kampanye hidup sehat.

Baca juga: UPTD TPA Kawatuna Palu Dorong Kontinuitas Penanaman Pohon Garda Bangsa

Gerakan tersebut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meluangkan waktu 15 menit setiap hari melakukan aktivitas fisik.

"Teman-teman cukup bergerak 15 menit saja setiap hari. Itu bisa membantu menjaga kesehatan. Kalau teman-teman sehat, tentu akan lebih produktif," kata Zaini.

Ia menambahkan, edukasi yang diberikan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah talkshow selesai.

Para siswa yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

"Edukasi ini tidak hanya berhenti di sini saja. Harapan kami, teman-teman juga ikut membantu menjelaskan, baik kepada keluarga maupun teman-temannya," pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, PT Bintang Toedjoe berharap generasi muda dapat tumbuh sebagai generasi yang sehat secara fisik, cerdas dalam menggunakan teknologi, bijak dalam memilih produk kesehatan, serta mampu melihat kekayaan herbal Indonesia sebagai bagian dari gaya hidup modern.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.