SURYA.co.id, KEDIRI – Rumah milik warga Dusun Darungan, Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ludes terbakar pada Senin (20/7/2026) malam.
Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu menghanguskan bangunan rumah dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp25 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Pemilik rumah, Paini, berhasil menyelamatkan diri setelah melihat api mulai membesar dari bagian dapur.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.10 WIB. Api yang awalnya muncul di area dapur dengan cepat membesar karena sebagian bangunan rumah berbahan kayu serta terdapat banyak material mudah terbakar di sekitar lokasi.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan laporan kebakaran diterima dari Ketua RT setempat, Roni, sekitar pukul 20.10 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Pemadam Kebakaran Pos Pare langsung diberangkatkan pada pukul 20.15 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian.
"Berdasarkan laporan petugas pemadam kebakaran, api diduga berasal dari korsleting listrik yang menimbulkan percikan pada kabel colokan di dapur rumah," jelas Kaleb kepada SURYA.co.id, Selasa (21/7/2026).
Baca juga: Kebakaran TPA Benowo Surabaya Hanguskan Tumpukan Sampah, Butuh 5 Jam Penanganan
Percikan api tersebut kemudian menyambar tumpukan kayu dan pakaian yang berada di sekitar dapur.
Karena banyaknya bahan yang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan rumah.
Untuk mengendalikan api, satu unit armada pemadam kebakaran berkapasitas 5.000 liter diterjunkan ke lokasi. Sebanyak lima personel Damkar Pos Pare berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke rumah warga lainnya.
Api berhasil dipadamkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) setelah proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam, yakni hingga pukul 21.35 WIB.
Kapolsek Pare AKP Wendi Sulistiono mengatakan pihaknya bersama petugas pemadam kebakaran dan instansi terkait langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.
"Kami langsung menuju ke lokasi kejadian bersama petugas pemadam kebakaran," ujar Wendi.
Menurut Wendi, saat kejadian pemilik rumah melihat kobaran api sudah membesar dari arah dapur. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat merambat ke bagian bangunan lainnya.
Melihat kondisi tersebut, pemilik rumah segera keluar untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar. Ketua RT kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa serta petugas pemadam kebakaran.
Warga bersama petugas kemudian bergotong royong memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka. Namun, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta.
Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
AKP Wendi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat menggunakan peralatan listrik maupun alat memasak.
Ia juga mengingatkan warga untuk memastikan instalasi listrik dan sumber api dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah, terlebih saat musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.