Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
TRIBUNAMBON.COM – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terus diperkuat hingga ke tingkat desa.
Kali ini, para pemuda Ohoi (Desa) Fiditan, Kabupaten Maluku Tenggara, bersama Pemerintah Desa dan Badan Saniri Ohoi (BSO), menggelorakan gerakan menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta kondusif.
Gerakan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) itu menjadi bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam memperkuat stabilitas keamanan dari tingkat akar rumput.
Inisiatif tersebut juga mendapat apresiasi dari Polda Maluku karena dinilai sejalan dengan upaya membangun keamanan berbasis partisipasi masyarakat atau community policing.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan, para pemuda Ohoi Fiditan menyatakan komitmen untuk menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta menolak segala bentuk provokasi maupun tindakan yang berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Staf Pemerintah Desa Fiditan, Rusli Rael, menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persaudaraan di lingkungan desa.
"Pemuda merupakan kekuatan utama dalam menjaga persatuan masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh generasi muda untuk tetap menjaga kekompakan, memperkuat rasa persaudaraan, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun provokasi yang dapat memecah belah kebersamaan yang selama ini telah kita bangun. Dengan persatuan dan kepedulian bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh masyarakat," ujar Rusli.
Baca juga: Buka Sosialisasi Perda Pajak Daerah, Wagub Maluku Tekankan Penguatan PAD
Baca juga: Latupati Kecamatan Tehoru Soroti Kebutuhan Perda Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Maluku Tengah
Ajakan serupa disampaikan Ketua BSO Fiditan, Bakri Raharusun. Ia menekankan pentingnya mengedepankan budaya musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, serta memperkuat solidaritas sosial.
Seruan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir.
Semangat gotong royong dan kebersamaan dinilai menjadi modal penting untuk menjaga lingkungan tetap kondusif sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan produktif.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, mengapresiasi inisiatif yang dibangun para pemuda, Pemerintah Desa Fiditan, dan BSO dalam mengajak masyarakat menjaga keamanan lingkungan.
Menurut Rositah, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan, terlebih di tengah derasnya arus informasi yang berpotensi memunculkan hoaks maupun provokasi.
"Polda Maluku mengapresiasi komitmen pemuda dan Pemerintah Desa Fiditan yang mengedepankan persatuan, dialog, dan semangat kebersamaan dalam menjaga Kamtibmas. Keamanan yang kondusif tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat kepolisian, tetapi memerlukan dukungan aktif seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan, bijak menyikapi setiap informasi, tidak mudah terprovokasi, serta segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan potensi gangguan keamanan. Sinergi seperti inilah yang menjadi fondasi penting dalam menjaga Maluku tetap aman, damai, dan kondusif," tegas Rositah.
Polda Maluku menilai gerakan yang dibangun masyarakat Ohoi Fiditan menjadi contoh positif kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat keamanan dalam memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa.
Model kebersamaan seperti ini diharapkan terus berkembang di berbagai wilayah di Maluku sebagai upaya kolektif mencegah konflik sosial, memperkuat persatuan, serta menjaga stabilitas keamanan daerah.
Dengan terpeliharanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, pembangunan di daerah diharapkan dapat berjalan lebih optimal, aktivitas masyarakat berlangsung lancar, dan kesejahteraan warga terus meningkat melalui semangat persatuan serta kepedulian bersama.(*)