Viral Anak Pejabat Aceh Gayo Flexing Hidup Mewah di Tengah Keluhan Warga, Jalan Rusak dan BBM Langka
Rita Lismini July 22, 2026 05:43 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Sejumlah unggahan di media sosial yang diduga berasal dari Dea, sosok yang disebut-sebut sebagai anak seorang pejabat di Aceh Gayo, mendadak viral dan menjadi sorotan publik.

Perbincangan mengenai unggahan tersebut ramai dibahas di berbagai platform media sosial setelah akun Instagram @sadampermana.w mengunggah video bertajuk "Kawal Kasus Anak Pejabat Aceh Gayo" pada Rabu (22/7/2026).

Dalam video itu diperlihatkan sejumlah tangkapan layar unggahan yang diduga berasal dari akun milik Dea, termasuk beberapa percakapan dalam grup WhatsApp bernama "KELUARGA dr. NEVIRIZAL".. 

Beberapa unggahan yang menjadi sorotan memperlihatkan aktivitas perjalanan ke luar negeri, koleksi kendaraan, hingga foto-foto yang disertai tulisan mengenai kondisi ekonomi keluarga.

Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan menampilkan kalimat, 

"Sok mantep bgt lu, emang mantep, mau diadu dari segi ekonomi, pendidikan, keluarga, pasangan juga getar."

Unggahan lain memperlihatkan tulisan, "Papa kerja, anak istri di Eropa, tiba-tiba ke Korea." 

Anak pejabat Aceh Gayo pamer hidup mewah berujung jadi sorotan di media sosial
Anak pejabat Aceh Gayo pamer hidup mewah berujung jadi sorotan di media sosial, Rabu (22/7/2026).

Sementara unggahan lain menunjukkan deretan jerigen berisi bahan bakar dengan keterangan bahwa sang ayah membeli 15 jerigen BBM.

Akun @sadampermana.w pun mengkritik unggahan tersebut.

Menurutnya, gaya hidup yang dipamerkan dinilai tidak sejalan dengan kondisi masyarakat di Aceh Gayo yang masih menghadapi berbagai persoalan.

"Eh ini lagi viral banget, ada anak pejabat dari Aceh Gayo yang diduga flexing dengan cara yang tidak pantas. Kalian tahu enggak, daerah Aceh Gayo itu masih banyak jembatan yang belum diperbaiki, bensin susah, jalanan masih rusak dan berlubang, sementara mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani," ujarnya dikutip TribunBengkulu, Rabu (22/7/2026). 

Sorotan publik semakin meluas setelah sejumlah netizen yang mengaku berasal dari wilayah Aceh Gayo ikut menyampaikan kondisi daerah tersebut.

"Halo, keluarga aku banyak berasal dari Gayo Lues, bahkan kakek aku berasal dari sana. Asal kalian tahu, Gayo Lues merupakan kabupaten di Aceh yang sangat terisolasi karena secara geografis berada di pegunungan dan diapit hutan lebat. Sampai sekarang masih banyak daerah yang sulit sinyal, jalanan rusak dan masyarakat mayoritas bekerja sebagai petani," tulis seorang pengguna media sosial.

Selain itu, unggahan lain yang memperlihatkan deretan jerigen berisi bahan bakar juga turut menuai komentar.

"Ini beli minyak 15 jerigen, pejabat digaji dengan uang rakyat, uang kita, uang orang yang kerja sehari-hari," ucap akun @sadampermana.w.

Ramainya unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian meminta agar kasus itu dikawal secara transparan dan diproses sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran.

"Maklum guys, OKB," tulis seorang netizen.

"Flexing-nya kampung banget," tulis pengguna lainnya.

Sementara itu, ada pula netizen yang mengaitkan gaya hidup yang dipamerkan dengan kondisi infrastruktur di daerah.

"Kampungan! Sampai dibahas Kak Sadam. Padahal jalan di sini masih banyak yang rusak sampai warga bangun jembatan sendiri. Paling ujung-ujungnya cuma minta maaf," tulis netizen lainnya.

Namun, di tengah ramainya perbincangan mengenai dugaan flexing anak pejabat tersebut, akun Threads @raraberliana turut mengunggah informasi lain yang menyeret nama Nevi Rizal. 

Dalam unggahan itu disebutkan dr. Nevi Rizal diduga menjadi aktor utama dalam pemotongan insentif dokter dan tenaga kesehatan puskesmas di Kabupaten Gayo Lues dengan dalih "uang jasa perjuangan".

Nama dr Nevy Rizal ramai jadi sorotan publik, Rabu (22/7/2026).
Nama dr Nevy Rizal ramai jadi sorotan publik, Rabu (22/7/2026).

Unggahan tersebut menyebut dugaan praktik itu telah berlangsung sejak 2024. Seorang dokter puskesmas yang identitasnya dirahasiakan mengaku para kepala puskesmas diminta mengoordinasikan pengumpulan dana dari tenaga medis.

"Banyak sekali iuran gaib yang harus kami setor, dengan dalih uang jasa perjuangan, padahal gaji yang kami terima pas-pasan untuk bertahan hidup. Mohon kepada aparat ditindak tegas," demikian keterangan yang diunggah akun Threads @raraberliana.

 

(Mahasiswa Magang/Salsah Akila)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.