TRIBUNTRENDS.COM - Pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian luas karena terjadi saat masa kepemimpinannya belum genap dua bulan.
Nanik diketahui baru menjabat selama 45 hari sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026.
Keputusan tersebut mengejutkan publik, mengingat dirinya baru saja mulai menjalankan berbagai agenda strategis di BGN.
Nanik mengungkapkan bahwa alasan pengunduran dirinya berkaitan dengan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Saat dilantik, ia didampingi dua Wakil Kepala BGN, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Pada awal masa jabatannya, Nanik sempat memaparkan sejumlah langkah untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk upaya meningkatkan efisiensi anggaran.
Menurutnya, penghematan anggaran perlu dilakukan agar program tetap berjalan tanpa membebani keuangan negara, namun kualitas gizi yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga.
Nanik sendiri dipercaya memimpin BGN setelah menggantikan Dadan Hindayana yang tersandung kasus dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Kini, mundurnya Nanik kembali memunculkan perhatian publik terhadap keberlanjutan kepemimpinan dan pelaksanaan program prioritas pemerintah di Badan Gizi Nasional.
Baca juga: Nanik Deyang Mundur dari Kepala BGN, Pengacara Sony Sonjaya Minta Periksa: Harus Bersih dari Korupsi
Lalu, bagaimana kronologi Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional? Dikutip dari KOMPAS.com pada Rabu (22/7/2026), kabar tersebut dibenarkan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
Dirgayuza menyebutkan bahwa Nanik telah berpamitan dengan Presiden.
Mengenai penyebab kemundurannya, lantaran Nanik tengah menjalani pengobatan sakit jantung.
"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung," ujarnya.
"Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," lanjutnya.
Dirga menyampaikan bahwa Nanik sudah bekerja keras saat menduduki jabatannya. Ia telah membongkar masalah dan juga memperbaiki masalah tersebut.
"Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan," jelas dia.
Dirga juga menyebutkan bahwa Nanik mengetahui persis apa yang terjadi ketika MBG harus berhenti sementara lantaran anak-anak sekolah sedang libur.
Dirinya menyebut bahwa Nanik menilai bahwa MBG menghidupkan ekonomi masyarakat.
"Ia juga melihat sendiri bagaimana MBG menghidupkan ekonomi rakyat. Ketika program berhenti selama tiga minggu libur sekolah, petani dan peternak mengeluh hasil produksinya tidak terserap. Pedagang pasar harus membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli," jelasnya.
Baca juga: Respons Menteri PU Dody Hanggodo Soal Isu Kena Reshuffle Prabowo, Tepis Tudingan Nepotisme
Sedangkan, melalui akun Facebook resmi miliknya, Nanik S Deyang mengonfirmasi kemundurannya. Dirinya juga mengungkap alasan mundur dari jabatannya.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat," jelasnya.
Nanik juga meminta maaf kepada Presiden lantaran ia memilih untuk mundur dari jabatannya.
Hal itu, lanjutnya, merupakan salah satu hal yang harus ia tempuh untuk mendapatkan kesembuhan.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,
Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ungkapnya.
Baca juga: Sosok Sudaryono Pengganti Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN, Harta Kekayaan Melesat Setahun Terakhir
Di balik kronologi Nanik S Deyang mundur, Presiden akan membentuk semacam dewan pengawas untuk BGN.
Bahkan, dirinya akan menjadi ketua dewan pengawas tersebut.
"Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia," ungkapnya.
(TribunTrends.com/Grid.id)