Gerakan Pangan Murah Pemkab PALI Gandeng Bulog, Warga Serbu Operasi Pasar di Terminal Talang Ubi
tarso romli July 22, 2026 11:27 PM

 

Baca juga: 40 Kantong Darah Terkumpul di Aksi Donor Darah Gelora Komperta Pendopo PALI

SRIPOKU.COM, PALI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui operasi pasar murah di Terminal Talang Ubi Pendopo pada Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menstabilkan harga serta menjaga keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat di tengah potensi kenaikan harga menjelang musim kemarau.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kelurahan di Kecamatan Talang Ubi, PALI, tampak memadati lokasi kegiatan.

Berbagai komoditas pangan dijual di bawah harga pasaran, seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan tepung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) PALI, Ida Martini, yang meninjau langsung lokasi kegiatan menyatakan bahwa GPM merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

"Melalui Gerakan Pangan Murah ini kita ingin memastikan masyarakat PALI tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kita gandeng Bulog agar stok aman dan harga stabil," ujar Ida Martini.

Dalam operasi pasar tersebut, Perum Bulog menyediakan beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000, minyak goreng MinyaKita seharga Rp15.700 per liter, gula pasir PSM seharga Rp18.000 per kilogram, telur seharga Rp25.000 per kilogram, serta tepung terigu seharga Rp9.000 per kilogram.

Harga yang dipatok tersebut terpaut jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran di pasar tradisional Pendopo PALI.

Ida Martini menambahkan, pihaknya menyiapkan paket sembako dalam jumlah memadai untuk disalurkan selama kegiatan berlangsung guna mengendalikan inflasi daerah.

"Kami pastikan stok cukup. Ini juga bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Ke depan, operasi pasar seperti ini akan terus kita gelar di titik-titik lain," tegasnya.

Selain menggelar operasi pasar, Pemkab PALI juga terus melakukan pemantauan harga secara berkala serta berkoordinasi dengan para distributor guna mencegah terjadinya praktik penimbunan barang.

Sementara itu, salah seorang warga setempat bernama Siti Badriah mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan pasar murah ini.

"Biasanya beli beras 5 kg Rp65.000. Di sini cuma Rp60.000. Lumayan hemat untuk kebutuhan seminggu," ucap Siti Badriah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.