Piala Dunia 2026 dan Kontestasi Jelang Muktamar NU ke-35
Idham Khalid July 23, 2026 06:07 PM

Oleh: Suaeb Qury
Penulis adalah Wakil Sekretaris PW NU Provinsi NTB

TRUBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Piala dunia sudah berlalu dan menghasilkan sang juara yakni Spanyol. Kemegahan perhelatan piala dunia menbawa danpak ekonomi bagi bangsa-bangsa di dunia. Begitu juga dirasakan oleh bangsa Indonesia dan lebih khusus NTB.

Di setiap sudut ibukota, nampak begitu ramai dengan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia. Bukan saja nobarnya, tentu banyak rangkain acara yang menghiasi gegembiraan menyambut piala dunia.

Tidak hanya penggemar bola,tapi eforia piala dunia menjadi magnet bagi semua  kalangan.

Bagi kalangan generasi muda dan penggiat olahraga, mewarnai serimonial nonton bareng bola dengan berbagai acara dan hiburan. Begitu juga dengan penganat bola  dan  oara aktivis,seniman serta  erngai kalanagan kegamaan maulun para pejabat.

Apa arti sebuah perhelatan akbar yang bernama piala dunia sepak bola dengan perhelatan akbar muktamar Nahdkatul ulama yang akan diselnggarakan pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang.

Jika dikontekskan dalam makna simbol yakni bola dunia, maka bertemunya dua simbol besar dari NU yang memancarkan cahaya untuk dunia. Hal yang sama juga dilihat dari angka 6 yang kesamaan pada tahun 2026 serta di Muktamar yang ke-36. Dari dua soektrum kesamaan yang tersirat ini, sebuah gambaran yang utuh dari piala dunia yang membawa misi jastice ( keadilan) dan persamaan (eguality) serta kemanusiaan (humanity) adalah cermin dariperjuangan Nahdalul ulama yang diletakkan olah para pendiri NU dan sampai hari ini.

Menjaga dan melestarikan tradisi berpikir (fikrah) dan gerakan (harakah) keumatan  dan kebangsaan bagi kalangan muda nadlatul ulama menjadi satu nafas dalam setiap ucapan dan tindakan.

Dalam berbagai forum dan dialog wacana pemikiran dan gerakan keumatan serta kebangsaan yang dicetus dan digagas oleh berbagai organisasi di lingkungan Nadlatul Ulama,selalu menjadi tema khusus.

Pada momentum menjelang Muktamar NU ke-36 bagi para altivis muda NU khususnya di Nusa Tenggara Barat, memaknai piala dunia dan muktmar NU adalah sarana bertemunya para pegiat literasi, akademisi, mahasiswa, warga Nahdliyin, dan masyarakat umum untuk berdiaspora. Tentu banyak cara dalam rangka menyambut muktamar dengan berkontribusi pemikiran dan gagasan terkait dengan beberapa pokok pikiran serta rekomendasi.

Baca juga: PBNU Cek 3 Ponpes di NTB untuk Calon Lokasi Muktamar ke-35

Memadupadankan semangat eforia selama piala dunia dengan menyambut perhelatan muktamar NU ke 36 kebersamaan melalui olahraga dengan tradisi intelektual melalui dialog, salah satau dari banyak cara untuk mengikat dan membangkitkan ghiroh ber-NU bagi kaula muda NU, generasi milenia dan GZ dan itulah salah satu lokus utama  yang menjadi tema dalam berbagai forum perbincangan di kalangan muda di NU.

Sebab fenomena hari ini dengan munculnya berbagai persioalan keumatan, terutama di lingkungan pondok pesantren kuga menjadi sorotan publik dengan muncul berbagai kasus kekerasan seksual anak dan pelecehan selsual. Terut menjadi diakursus dan di forum muktamar NU ke 36 tidak boleh absen untuk mencatikan solusi dan mengekuarkan fatwa  demi masa depan generasi.

Muktamar NU Bahagia

Sebegitu bahagia dan gembiranya para pemenang dalam piala dunia yang sudah lewat para pendukung  Spanyol merayakan dengan suka cita. Dari perbedaan dukungan dan fanatik terhadap simbol pemain serta kecintaan terjadap satu negera menjadi icon yang manis dilihat dari warna warni dunia sepek bola.

Pandangan ini sejalan dengan banyak harapan warga Nahdiyin NU yang melihat suasana sepak bola dengan penuh  kegembiraan, sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai kalangan, sementara muktamar NU menjadi ruang bertukar gagasan  keilmuan para ulama. Hal yang sama juga bagi kalangan muda NU berbincang tentang peran NU dalam memperkuat kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Titik persamaan antara piala dunia dan Muktamar NU ke 36 sama -sama menghadirkan suasna kegembiraan menyambut para ulama dan para kiyai dengan penuh ramah. Dan disitulah sebuah keindahan ber-NU, ketika perhelatan akbar 5 tahun di NU yakni memlih dan melahirkan pokok-pokok pikiran baru untuk kepemimpinan, serta kontribusi NU dalam membangun masyarakat yang moderat dan bangsa yang maju.

Kegembiraan menjelang muktamar NU ke 36 terpancar dari rona muka para warga nahdiyin dari berbagi penjuru nusantara banhkan dunia  yang dengan suka rela mendaftarkan diri sebagai peserta maupun senagai pononton.

Dan dipastikan jumlah yang akan menghadiri dan menyaksikan mukmat NU di Jombang diperkirakan mencaoai 50 sampai 100 ribu orang. Dan inilah sebuah kegembiraan yang spektakuler dalam sebuah jamiyah merasakan atmosfer ke NU an.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.