TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG – Menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya menjadi ruang pembahasan arah kebijakan, tetapi juga menghadirkan tantangan besar dalam penyelenggaraan, terutama dari sisi pelayanan terhadap ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah.
Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026, panitia menyiapkan berbagai kebutuhan logistik untuk memastikan para muktamirin dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman.
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menjadi salah satu pusat kegiatan yang dipersiapkan dengan dukungan fasilitas akomodasi, konsumsi, hingga layanan pendukung lainnya.
Sebanyak 3.370 peserta resmi dari delegasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) seluruh Indonesia diperkirakan akan mengikuti agenda lima tahunan tersebut.
Untuk kebutuhan akomodasi, panitia telah menyiapkan lebih dari 3.100 set perlengkapan tidur berupa kasur, bantal, dan seprai.
Selain itu, sedikitnya 260 unit pendingin ruangan (AC) berkapasitas 2 PK juga disiapkan di sejumlah titik penginapan guna menunjang kenyamanan peserta selama berada di Jombang.
Baca juga: Muktamar NU Kian Dekat, Ini Respons Sejumlah PWNU terhadap Bursa Ketua Umum PBNU
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan penyediaan fasilitas tersebut merupakan hasil sinergi antara panitia dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Koordinasi juga dilakukan bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memastikan kebutuhan dasar peserta dapat terpenuhi selama pelaksanaan muktamar.
"Fasilitas ini merupakan bagian dari pelayanan kepada para peserta muktamar agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik," ujar Gus Ipul.
Selain memenuhi kebutuhan peserta, persiapan logistik muktamar juga diarahkan untuk memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurut Gus Ipul, pengadaan sejumlah kebutuhan melibatkan pelaku UMKM dari kalangan Muslimat NU dan Fatayat NU.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari prinsip suguh, yakni semangat memberikan jamuan dan pelayanan sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.
"Keterlibatan kader perempuan NU dalam penyediaan logistik tersebut sejalan dengan implementasi prinsip suguh, yakni menghadirkan jamuan, fasilitas, dan pelayanan yang mampu menghidupkan ekonomi rakyat sekitar," katanya.
Di sisi konsumsi, panitia juga menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan peserta selama lima hari kegiatan.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan dapur umum akan melayani kebutuhan makan 3.370 peserta resmi selama muktamar berlangsung.
Total kebutuhan konsumsi diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu porsi makanan, dengan rincian sekitar 5 ribu porsi untuk setiap kali makan, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam.
"Untuk sarapan, makan siang maupun makan malam, semuanya sudah kami hitung agar kebutuhan peserta dapat terpenuhi," ujar Gus Rozaq.
Layanan konsumsi juga disiapkan bagi warga Nahdliyin, rombongan nondelegasi, relawan, serta personel keamanan yang bertugas selama kegiatan berlangsung.
Baca juga: Caketum PBNU Wajib Kantongi 99 Suara, Gus Ipul: Itu Standar Muktamar NU
Panitia memperkirakan sekitar 200 ribu orang akan memadati kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum selama rangkaian Muktamar ke-35 NU.
Jumlah tersebut mencakup peserta, alumni pesantren, muhibbin NU, hingga masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan.
Dari sisi kesiapan teknis, Gus Ipul menyebut persiapan penyelenggaraan terus berjalan.
Panitia lokal juga telah menyiagakan sekitar 2.000 personel untuk memastikan setiap bidang memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Sementara itu, KH Abdurrozaq Sholeh menyampaikan progres persiapan infrastruktur telah mencapai sekitar 70 persen.
Saat ini, panitia masih melakukan penyelesaian sejumlah fasilitas pendukung, terutama area parkir dan kawasan bazar.
Dengan skala peserta yang besar, panitia berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga menjadi momentum yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Jombang serta sekitarnya. (Tribun Jatim/ Anggit Puji Widodo)