TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Fakfak, Mohjak Rengen menilai postingan di sosial media yang menyebut kepala daerah siksa pribumi di Pasar Rakyat Thumburuni sangat tidak beretika.
Ia sangat menyayangkan postingan kata-kata diduga memojokkan Bupati Fakfak Samaun Dahlan dengan memanfaatkan momen mama-mama Papua berjualan di pelataran Pasar Thumburuni.
"Kami perlu menanggapi masalah yang disoroti postingan tersebut di mana, saya sudah melaporkan ke Bapak Bupati terkait hasil tinjauan ke Pasar Thumburuni soal pedagang lantai 2,3, dan 4," tegas Mohjak Rengen kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Jumat (24/7/2026).
Ia menegaskan bahwa Dinasnya telah mengevaluasi kinerja serta kondisi pasar dan temukan penyebab kekosongan pedagang.
"Misalnya untuk lantai 3 dan 4, ada pedagang yang bertahan di Pasar Kelapa II, maka perlu Dinas Perindag bersama Satpol PP meminta mereka untuk harus masuk ke Pasar Thumburuni," tegasnya.
Pihaknya juga menegaskan untuk para pedagang menempati tempat yang tersedia dan telah ditetapkan.
"Apabila tidak diindahkan maka Dinas Perindag akan tarik kembali," ucap Mohjak Rengen menegaskan.
Baca juga: Disperindag Fakfak Tinjau Pasar Thumburuni, Evaluasi CCTV dan Sepinya Pembeli
Pihaknya juga merekomendasikan agar sebaiknya Pasar Kelapa II dapat dirombak sehingga tidak ada lagi yang berjualan di pasar tersebut.
Berkaitan solusi soal sorotan postingan sosial media yang menyoroti kondisi mama-mama Papua berjualan di pelataran Pasar Rakyat Thumburuni, telah diambil langkah-langkah dan disampaikan ke Bupati Fakfak.
Berikut ini adalah solusi yang ditempuh Disperindag Fakfak:
1. Lebih baik saat ini mama-mama asli Papua yang sudah ada tempat di lantai 2 Pasar Thumburuni agar kembali ke tempatnya masing masing. Apabila tidak kembali maka Dinas Perindag akan memberikan ke OAP lain serta dilarang berjualan di atas pelataran ataupun tempat parkir kendaraan
2. Bupati Fakfak juga telah menanggapi usulan soal Mama-mama OAP yang berada di distrik-distrik jauh agar sebaiknya menunggu Pasar Mama-mama OAP yang sedang dibangun pada Pasar Tanjung Wagom, perkiraan rencana selesai Desember 2026 sudah bisa digunakan.
Baca juga: Bupati Fakfak: Mama-mama Papua Segera Punya Lapak Khusus untuk Berjualan
Perlu diketahui, Pasar Mama-mama OAP nanti lapaknya tidak dimiliki permanen oleh orang perorang, namun dapat bergantian memakai di mana sehabis berjualan setelah itu tempat jualan dikosongkan untuk keesokan harinya dipakai oleh pedagang lain.
Ia menyimpulkan, kalau masih ada berjualan seperti saat ini di pelataran Pasar Thumburuni merupakan bentuk kelalaian dari pedagang yang tidak mau berjualan di tempat yang telah disiapkan Dinas Perindag Fakfak.