TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung semakin menunjukkan perkembangan positif.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menurunkan tim untuk melakukan survei terhadap lahan yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di dekat Rusunawa Jepun, Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru.
Survei tersebut dilakukan pada Kamis (23/7/2026) sore guna memastikan kesiapan lahan sebelum proyek pembangunan direalisasikan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Efif Sakti Wibowo, mengatakan tim survei cukup puas dengan usulan itu.
Baca juga: Pencuri Kotak Amal di Tulungagung Tak Sadarkan Diri Saat Kabur, Polisi Ungkap Identitas Pelaku
“Sepertinya puas dengan usulan. Semoga bisa direalisasikan tahun ini,” ujarnya, pada Jumat (24/7/2026).
Lanjut Efif, tim Kementerian PU memeriksa kesiapan lahan, seperti akses keluar masuk ke sekolah nantinya.
Lalu ketersediaan sumber tenaga listrik dan sumber air, serta tanaman yang ada di atas lahan.
Efif menjelaskan, akses ke sekolah nantinya bisa lewat akses ke Rusunawa yang sudah ada saat ini, atau dari timur STIKES.
“Untuk sumber air dan listrik juga sudah siap. Tanaman di atas lahan juga tidak terikat dengan kontrak,” ungkapnya.
Lahan milik Pemkab Tulungagung itu sebagian memang ditanami tebu.
Namun penanaman itu dilakukan sepihak oleh warga, tanpa ada kontrak sewa lahan.
Sebab itu pihak yang menanam sadar, jika lahan digunakan maka tanaman tebu di atasnya akan ditebang.
“ditanami sepihak oleh pengguna,. Jadi tidak masalah, jika lahannya dipakai maka tanaman tebunya bisa ditebang,” tegasnya.
Total lahan yang akan digunakan Sekolah Rakyat ini seluas 5,2 hektar.
Lahannya ada 2 bagian, yaitu di depan Rusunawa dan di sisi timur Rusunawa.
Untuk bagian depan Rusunawa diusulkan untuk tempat olahraga, karena lebih sempit.
“Nanti bangunan utamanya yang di bagian selatan,” katanya.
Jika disetujui, maka diperkirakan lelang proyek akan dilakukan pada Oktober 2026 nanti.
Setelah ada pemenang lelang, pembangunan fisik diperkirakan pada Desember 2026.
Lama proyek ini diperkirakan 6-7 bulan.
(David Yohanes/Tribunmataraman.com)