Dahlan Dahi di Pembukaan Gramedia Jalma Semarang: Anak Muda Makin Rajin Baca Buku di Era AI
Rustam Aji July 24, 2026 11:29 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — CEO Tribun Network Dahlan Dahi menyoroti tren unik masyarakat era digital di mana generasi muda justru semakin terdorong membaca buku cetak di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan media sosial.

Menurutnya, fenomena ini membuktikan bahwa buku tetap menjadi pegangan utama dalam memberikan kedalaman berpikir yang tidak bisa digantikan oleh arus informasi serba cepat.

Pandangan tersebut disampaikannya saat menghadiri diskusi "Membaca Kota, Menulis Perjumpaan" dalam peresmian rumah kedua Gramedia Jalma Semarang di kawasan Pandanaran, Semarang, Jumat (24/7/2026) sore.

"Ketika digital sudah makin masif, bahkan ada artificial intelligence, ada kecenderungan yang menarik. Anak-anak muda dan selebritas sekarang makin sering baca buku, sementara politisi justru makin jarang baca buku," ujar Dahlan mengutip temuan riset dari Amerika Serikat.

Ia mengapresiasi langkah inovatif Gramedia merilis konsep toko buku terbarunya. Kehadiran toko buku Gramedia Semarang dalam format Jalma dinilai sebagai jawaban tepat atas perubahan perilaku masyarakat yang membutuhkan ruang perjumpaan fisik, berdiskusi, dan menemukan pemahaman mendalam atas perubahan zaman.

Hadirkan Konsep Komunal #JumpaDiJalma

Mengusung tema #JumpaDiJalma: Membaca. Menulis. Bertemu., Gramedia Jalma Semarang tampil membedakan diri dari toko buku konvensional. Mengambil nama "Jalma"—yang berarti manusia dalam bahasa Sunda—lokasi ini dirancang sebagai ruang publik komunal untuk mempertemukan ide, kolaborasi, dan pengalaman antarmanusia.

Baca juga: Iran Targetkan Pangkalan Militer RAF Fairford, Pemerintah Inggris Tegaskan Siap Bertahan

Perwakilan Gramedia Jalma, Immaculata Adhista, mengungkapkan bahwa fasilitas ini diharapkan tumbuh menjadi ekosistem yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat dan komunitas kreatif.

"Jalma hadir sebagai ruang untuk membaca, menulis, dan bertemu. Kami berharap Jalma Semarang tumbuh bersama masyarakat, menjadi tempat yang nyaman bagi komunitas sekaligus ruang bagi anak-anak dan keluarga menikmati waktu bersama melalui buku," jelas Adhista.

Fasilitas Komplit untuk Ekosistem Kreatif Perkotaan

Berbeda dengan toko buku yang sunyi, suasana di Gramedia Pandanaran Semarang tampak hidup oleh diskusi dan perjumpaan. Bangunan dua lantai ini dilengkapi dengan beragam fasilitas penunjang modern, mulai dari creative space, co-working space, reading pod, area kafe, hingga kids area.

Associate Architect Smiljan & SPOA Architecture, Antonius Arya, memaparkan bahwa rancangan Jalma merespons kebutuhan masyarakat urban akan ruang serbaguna. Perpaduan antara kafe dan toko buku mendorong pengunjung untuk sejenak rehat dari rutinitas harian dan membiarkan percakapan tumbuh secara alami.

Rangkaian acara peresmian toko buku rumah kedua setelah Melawai Jakarta ini turut dimeriahkan oleh lokakarya interaktif, sesi networking, hingga penampilan penutup dari grup musik Efek Rumah Kaca. Perwakilan Semarang Creative Consortium, Tries Supardi, optimistis hadirnya wadah baru ini akan memperkuat jaringan dan melahirkan kolaborasi-kolaborasi kreatif baru di Kota Semarang.(rad)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.