Israel Mulai Gali Parit untuk Proyek Penjara Dikelilingi Buaya Buat Tahanan Palestina di Negev
TRIBUNNEWS.COM - Otoritas Israel mulai melakukan pekerjaan awal pembangunan parit di kompleks Penjara Ketziot, Gurun Negev.
Pembuatan parit ini menjadi bagian dari rencana kontroversial untuk membuat saluran yang nantinya dapat digunakan sebagai area penempatan buaya di sekitar fasilitas penahanan.
Proyek tersebut dipromosikan oleh Kementerian Keamanan Nasional Israel yang dipimpin Menteri Itamar Ben-Gvir, dan disebut sebagai upaya meningkatkan keamanan penjara yang menampung tahanan Palestina.
Namun, rencana tersebut menuai kritik luas karena dinilai memiliki unsur provokasi serta dianggap merendahkan martabat para tahanan.
Kementerian Keamanan Nasional Israel mengonfirmasi bahwa pekerjaan persiapan untuk pembangunan saluran telah dimulai.
Menurut laporan media Israel, penggalian dilakukan di dalam area kompleks penjara, terutama di sekitar salah satu blok tahanan.
Saluran yang direncanakan memiliki panjang sekitar 170 meter dan tidak terlihat dari luar fasilitas.
Seorang pejabat lokal yang dikutip media Israel mengatakan proyek tersebut masih berada dalam tahap awal.
"Belum diketahui apakah buaya-buaya itu benar-benar akan dipindahkan ke lokasi tersebut, tetapi persiapan sedang berlangsung," ujar pejabat tersebut.
Kantor Ben-Gvir bahkan mengeluarkan pernyataan dengan bahasa yang menuai kecaman.
"Dia yang membantai, dia yang memperkosa, dia yang membunuh dan bertindak seperti binatang, pantas dijaga oleh binatang seperti dirinya sendiri," demikian pernyataan tersebut.
Rencana penggunaan buaya sebagai bagian dari sistem keamanan penjara sebelumnya telah disampaikan Ben-Gvir beberapa bulan lalu.
Politikus sayap kanan Israel itu mengusulkan pembangunan fasilitas tahanan yang dikelilingi parit berisi buaya dengan alasan dapat meningkatkan pengamanan dan mencegah upaya pelarian.
Layanan Penjara Israel kemudian melakukan kajian terhadap rencana tersebut, termasuk kunjungan lapangan ke kebun binatang untuk mempelajari kemungkinan penerapan sistem tersebut.
Menurut otoritas penjara, penggunaan parit dan buaya dianggap dapat mengurangi kebutuhan penjagaan serta meningkatkan efek pencegahan.
Pelaksanaan proyek ini mendapat dukungan administratif setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Israel Edit Silman menandatangani keputusan yang menetapkan buaya Nil sebagai "hewan liar yang dilindungi".
Status tersebut secara hukum memungkinkan lembaga keamanan, termasuk Dinas Penjara Israel, melakukan proyek percontohan pemeliharaan buaya dalam kondisi tertentu.
Kementerian Keamanan Nasional disebut telah mengalokasikan sekitar 21 juta shekel untuk pembangunan saluran dan infrastruktur pendukung proyek tersebut.
Meski didukung pemerintah, proyek tersebut juga mendapat kritik dari sejumlah pihak di Israel.
Kepala Dewan Regional Ramat Negev menilai anggaran tersebut lebih baik digunakan untuk memperkuat keamanan publik dan layanan kepolisian dibandingkan membiayai proyek yang disebutnya sebagai "fiktif".
Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia menyoroti rencana tersebut dalam konteks meningkatnya kritik terhadap kondisi tahanan Palestina di penjara Israel.
Sejumlah organisasi HAM sebelumnya melaporkan adanya dugaan pelanggaran terhadap tahanan Palestina, termasuk penyiksaan, kekerasan fisik, pembatasan akses perawatan medis, isolasi, kelaparan, serta tindakan hukuman kolektif.
Rencana pembangunan parit buaya ini pun kembali menjadi sorotan internasional karena dianggap mencerminkan pendekatan keamanan yang semakin keras terhadap sistem penahanan Israel.