TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 11 penumpang kapal asal Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam kecelakaan kapal, Sabtu, 25 Juli 2026.
Kecelakaan terhadap Kapal Motor atau KM Cahaya Fitra 03 GT 30 yang mengalami kebocoran dan kandas di sekitar perairan antara Pulau Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara (Konut), Sultra.
Serta perairan Pulau Tiga, Kecamatan Menui Kepulauan/ Sombori Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kapal sebelumnya berlayar dari Pulau Panimbawang, atau dikenal Pulau Buagala, Kecamatan Bungku Selatan, Provinsi Sulteng, dengan tujuan Kota Kendari, Provinsi Sultra.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, Amiruddin AS, mengatakan, tim rescue menemukan 11 person on board (POB) atau orang di atas kapal kandas tersebut sekitar pukul 05.15 Wita.
“Tim berhasil menemukan 11 POB kapal sekitar 3,6 NM (nautical mile) arah barat laut dari LKP (last known position/ lokasi terakhir diketahui),” katanya.
Selanjutnya, seluruh awak dan penumpang dievakuasi ke kapal rigid inflatable boat (RIB) menuju dermaga Basarnas Kendari.
Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi Musim Timur, BPBD Sultra Minta Warga Tolak Naik Kapal Melebihi Kapasitas
“Pada pukul 09.00 Wita, RIB bersama 11 orang korban tiba di dermaga dan diserahterimakan kepada pihak keluarga,” jelasnya dalam keterangan tertulis KPP.
Dermaga tersebut berlokasi di Jl Langi Bajo, Kelurahan Kendari Caddi, Kecamatan Kendari.
Kawasan pesisir ini berjarak 10-11 kilometer (km) atau 21-30 menit berkendara ke pusat kota ibu kota provinsi ini di Tugu Religi Sultra, kawasan eks MTQ, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
Dengan dievakuasinya seluruh korban dalam keadaan selamat, kata Amiruddin, operasi SAR kecelakaan kapal bocor di sekitar perairan Pulau Labengki-Pulau Tiga dinyatakan selesai dan ditutup.
Kronologi kecelakaan kapal tersebut berawal saat KM Cahaya Fitra 03 berlayar pada Sabtu (25/07/2026) dinihari sekitar pukul 00.30 wita.
Kapal yang membawa ikan berikut 11 anak buah kapal (ABK) dan penumpang tersebut berangkat dari Pulau Panimbawang dengan tujuan Kota Kendari.
Pulau tersebut berlokasi di Desa Panimbawang, Kecamatan Bungku Selatan, Morowali, Provinsi Sulteng.
Jarak tempuh perjalanan laut dari pulau tersebut ke Kendari sekitar 6-8 jam, tergantung kondisi cuaca, gelombang laut, kecepatan kapalnya.
Dalam perjalanan, kapal bertonase kotor 30 gross tonnage (GT) itu kandas setelah mengalami kebocoran, di perairan antara Pulau Labengki dan Pulau Tiga.
Pada pukul 02.20 Wita, Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari ABK kapal atas nama Robin.
Dia melaporkan telah terjadi kecelakaan kapal terhadap KM Cahaya Fitra 03 GT 30 yang mengalami kebocoran.
Berdasarkan laporan itu, Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju LKP untuk memberikan bantuan SAR pada pukul 02.45 Wita.
Jarak tempuh LKP dengan Dermaga Basarnas Kendari sekitar 32 NM.
Saat tim berangkat, cuaca dalam kondisi berawan, dengan tinggi gelombang 0,5 meter dan kecepatan angin 18 km/jam dari arah timur.
Pada pukul 05.00 Wita, tim rescue tiba di lokasi terakhir kapal diketahui.
Baca juga: Harga Tiket Kapal Cepat Rute Kendari, Raha, Baubau dan Sebaliknya, Jadwal Berangkat
Pada pukul 05.15 Wita, tim berhasil menemukan 11 orang di atas kapal tersebut, dan dievakuasi dengan kapal rescue.
Tim rescue beserta seluruh awak dan penumpang kapal itupun tiba di Dermaga Basarnas pada pukul 09.00 wita.
Berikut nama-nama para korban selamat yang seluruhnya merupakan warga Kota Kendari yang dilansir KPP:
1. Saddam / laki-laki / 16 tahun
2. Ikbal / laki-laki / 24 tahun
3. Robin / laki-laki / 21 tahun
4. Farrel / laki-laki / 17 tahun
5. Endde / laki-laki / 43 tahun
6. Irfan / laki-laki / 18 tahun
7. Israfil / laki-laki / 23 tahun
8. Irfan / laki-laki / 21 tahun
9. Arlin / laki-laki / 40 tahun
10. Nacca / laki-laki / 21 tahun
11. Kaharuddin / laki-laki / 49 tahun.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu)