Ginjal merupakan salah satu organ paling vital yang bekerja ekstra keras setiap harinya. Tanpa disadari, organ ini menyaring sekitar 180 liter darah sehari untuk membuang limbah dan racun dari tubuh.
Sayangnya, ginjal sering kali tak 'mengeluh' saat mulai mengalami kerusakan.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) mencatat penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) kerap disebut 'silent killer'. Gejala baru akan terlihat jelas seperti kelelahan atau pembengkakan saat kerusakan ginjal sudah memasuki tahap lanjut.
Lantas, apa saja kebiasaan sepele yang bisa merusak fungsi ginjal?
1. Sering Minum Obat Pereda Nyeri
Kebiasaan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit atau obat antiinflamasi nonsteroid atau Non Steroid Anti Inflamatory Drugs (NSAID) bebas tanpa resep dokter menjadi salah satu pemicu utama.
"Banyak orang mengaitkan penyakit ginjal dengan penuaan. Tetapi kenyataannya, kebiasaan kita sehari-hari dapat secara diam-diam merusak ginjal jauh sebelum gejala apa pun muncul," ungkap Direktur sekaligus Kepala Institut Nefrologi Rumah Sakit RG India, Dr Suman Sethi.
"Salah satu kesalahan yang paling umum adalah terlalu sering mengandalkan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, terutama tanpa nasihat medis, karena penggunaan yang berkepanjangan dapat secara bertahap merusak fungsi ginjal," sambungnya, dikutip dari .
2. Mengabaikan Hipertensi dan Diabetes
Tekanan darah tinggi serta kadar gula darah yang tak terkontrol merupakan musuh utama ginjal. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah halus di dalam ginjal, sementara hipertensi memberi tekanan ekstra pada saringan ginjal.
"Mengabaikan kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi adalah risiko besar lainnya, karena ini tetap menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis," jelas Dr Sethi.
3. Pola Makan Buruk dan Kurang Minum Air
Pilihan makanan tinggi garam atau natrium, ultra-processed food, merokok, serta konsumsi alkohol berlebih juga turut memperberat kerja ginjal secara perlahan.
"Diet tinggi garam dan makanan ultra-olah, asupan air yang tidak memadai, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan gaya hidup yang kurang aktif juga memberi tekanan yang tidak perlu pada ginjal dari waktu ke waktu," tutur Dr Sethi.
Jangan Menunggu Gejala Muncul
Banyak orang keliru menganggap ginjal bermasalah akan langsung memicu rasa sakit. Padahal, melakukan tes darah dan urine secara berkala adalah satu-satunya cara terbaik untuk mendeteksi gangguan ginjal sejak dini.
"Kekhawatiran lain adalah orang sering menunggu gejala sebelum mencari perhatian medis. Sayangnya, penyakit ginjal kronis sering disebut 'penyakit diam' karena tanda-tandanya tidak muncul," tegas Dr Sethi.
Ia menambahkan, menjaga kesehatan ginjal sebenarnya tak membutuhkan tindakan rumit, melainkan konsistensi gaya hidup sehat.
"Menjaga kadar gula darah dan tekanan darah yang sehat, tetap aktif secara fisik, mengonsumsi makanan yang seimbang, menghindari obat-obatan dan suplemen yang tidak perlu, dan melakukan tes fungsi ginjal secara teratur jika Anda berisiko dapat membuat perbedaan yang signifikan," pungkasnya.





