Jakarta (ANTARA) - Kepala SDN Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Juwariyah, mengatakan proses revitalisasi sekolah mulai dikerjakan pada Sabtu.
"Alhamdulillah mulai hari ini sudah dimulai," kata dia saat dihubungi ANTARA, Sabtu.
Juwariyah mengatakan pengerjaan revitalisasi dimulai setelah sebelumnya sekolah tersebut mendapat peninjauan dari pihak Istana Kepresidenan.
Menurut dia, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan sebelumnya juga telah mengupayakan perbaikan melalui program revitalisasi.
"Sebetulnya dari pihak Dinas Pendidikan Grobogan sudah mencarikan melalui revitalisasi, tetapi kemarin dari pihak Kepresidenan meninjau langsung, hari ini mulai dikerjakan," kata dia.
Dia menjelaskan proses revitalisasi akan dilakukan menyeluruh terhadap bagian-bagian bangunan yang mengalami kerusakan.
"Insya Allah semua ter-cover," ucapnya.
Juwariyah mengatakan meski tengah dilakukan proses revitalisasi, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
Pihak sekolah menerapkan sistem bergantian kelas bagi sebagian siswa, serta menyekat beberapa ruangan kelas, dan memanfaatkan musala sebagai ruang belajar sementara.
Lebih lanjut dia menambahkan bahwa kerusakan sekolah pertama kali terjadi pada ruang kelas VI pada Januari 2026, kemudian disusul ruang kantor guru pada April 2026. Menurut dia, kerusakan tersebut disebabkan oleh serangan rayap.
Juwariyah pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dimulainya revitalisasi sekolah tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden serta jajarannya yang sudah memprakarsai revitalisasi ini," kata Juwariyah.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat merespons pemberitaan mengenai kondisi SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah yang mengalami kerusakan berat.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto di Jakarta, Jumat (24/7) mengatakan sekolah tersebut dipastikan akan segera direvitalisasi melalui program Kemendikdasmen pada tahun anggaran 2026.
"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi," ujar Gogot.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, lanjutnya, merupakan salah satu prioritas Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Menyikapi kondisi SDN Tanggirejo, ia menegaskan komitmen Kemendikdasmen untuk terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.





