SURYA.CO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi melepas 45 siswa terbaik Jawa Timur untuk bertanding di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional 2026.
Acara pelepasan berlangsung di Badan Penghubung Provinsi Jawa Timur, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Secara simbolis, Gubernur Khofifah mengenakan jaket kontingen kepada perwakilan peserta.
Dalam sambutannya, Khofifah membakar semangat para siswa agar optimistis membawa pulang banyak medali. Ia berharap Jawa Timur bisa mempertahankan gelar juara umum.
“Semua peserta lomba dari bumi Majapahit yang luar biasa, kita sudah hattrick. Mudah-mudahan tahun ini Jawa Timur mendapatkan medali sebanyak-banyaknya. Insyaallah anak-anakku di sini semuanya hebat, dan dapat memberikan hasil yang terbaik dan kembali menjadi juara umum untuk Jawa Timur,” kata Khofifah.
Baca juga: Perjuangan Pasutri 22 Tahun, Akhirnya Dikaruniai Anak Kembar Lewat Bayi Tabung di Surabaya
Khofifah menjelaskan bahwa prestasi Jawa Timur selama ini bukan hasil kerja sendirian.
Keberhasilan tersebut merupakan buah kerja sama antara sekolah, guru, orang tua, hingga dunia industri.
“Kekuatan Jawa Timur ada pada ekosistemnya. Ketika sekolah, guru, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan para orang tua bergerak bersama, lahirlah talenta-talenta terbaik. Sinergi inilah yang harus terus kita rawat untuk membawa Jawa Timur kembali menjadi juara umum,” katanya.
Tak lupa, Gubernur juga mengajak seluruh pendamping dan peserta untuk berdoa agar kompetisi berjalan lancar.
“Ya Allah, bukakan pintu kemudahan. Rabbi yassir wa la tu'assir. Ya Allah berikan kemudahan, jangan diberikan kesulitan. Ya Allah sempurnakan seluruh peserta LKS Jawa Timur, jadikan mereka juara umum kembali di tahun 2026 ini,” doanya.
“Selamat berjuang anak-anakku, para mentor, para pendamping, para kepala sekolah, baik yang hadir di sini maupun yang mengikuti secara daring, serta seluruh tim yang telah mempersiapkan kontingen ini dengan sangat baik,” pungkasnya.
Baca juga: Polisi Gadungan Tipu Gadis Belia di Surabaya, Sempat Minta Uang Rp 1,1 Juta
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa LKS Nasional 2026 akan digelar secara daring (online) dan luring (offline).
Jawa Timur akan mengikuti 38 bidang lomba. Sebanyak 19 bidang dilaksanakan secara online dan 19 bidang secara offline, termasuk bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Total ada 45 siswa dari 29 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur yang ikut serta. Bidang lombanya sangat beragam, mulai dari teknologi digital, otomotif, perhotelan, hingga pertanian.
Untuk lomba online, pusat pelaksanaannya berada di Sidoarjo. Sementara itu, lomba offline akan digelar di Jakarta, Depok, dan Banten.
Untuk meraih hasil maksimal, Dinas Pendidikan Jatim menerapkan strategi khusus, yaitu 3M + 3B + 3S.
Tiga M berarti memiliki Mental juara, Mandiri, dan Motivasi tinggi. Tiga B adalah Berdoa, Belajar tanpa lelah, dan Berlatih keras. Sementara itu, 3S meliputi Sukses persiapan, Sukses pertandingan, dan Sukses prestasi.
Kualitas siswa SMK Jatim memang sudah teruji. Buktinya, dari 21 wakil Indonesia yang akan berangkat ke kejuaraan dunia WorldSkills Championship di Shanghai, enam orang di antaranya berasal dari Jawa Timur.
Ketua Tim Sukses LKS Nasional Jatim, Parnoto, menambahkan bahwa para peserta telah diseleksi secara ketat sejak Januari 2026.
Mereka juga telah menjalani pembinaan mental, fisik, hingga simulasi soal berstandar internasional.
Ia optimistis Jawa Timur bisa meraih juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut dengan target minimal 20 medali emas.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatian dan dukungan yang luar biasa kepada kontingen LKS Jawa Timur. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga pembinaan, fasilitas, hingga pembiayaan. Begitu pula Bapak Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh jajaran yang terus mendampingi proses persiapan kami sejak awal,” katanya.