Tribunlampung.co.id, Tulang Bawang - Kasus dugaan perundungan dan kekerasan fisik antar siswa terjadi di SMPN Satap 5 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman kejadian beredar di sejumlah platform media sosial.
Baca juga: Wearpack Evergreen Jadi Petunjuk Ungkap Identitas Jenazah Pria di Pantai Keramat Lampung Selatan
Seorang siswa berinisial DF dilaporkan mengalami cedera serius berupa patah tulang pada bagian tangan serta luka di beberapa bagian tubuh setelah diduga terlibat kekerasan fisik dengan siswa lain di lingkungan sekolah.
Orangtua korban, Solekan, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kejadian bermula dari aksi saling ejek antar siswa di dalam ruang kelas yang kemudian berujung pada perkelahian.
"Iya benar anak saya mengalami patah pada bagian tangan. Kejadiannya bermula dari saling ejek di dalam kelas hingga terjadi perkelahian. Saat itu sempat dilerai oleh guru," ujar Solekan, Minggu (26/7/2026).
Menurut Solekan, setelah kejadian tersebut, konflik kembali terjadi saat jam pulang sekolah. Siswa yang diduga terlibat dalam peristiwa itu kembali mendatangi korban di area parkiran sepeda motor.
Dalam kejadian tersebut, korban diduga mengalami tindakan kekerasan fisik hingga menyebabkan cedera pada bagian tangannya.
Peristiwa ini semakin menjadi perhatian setelah beredar video berdurasi sekitar 25 detik yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan antar siswa di lingkungan sekolah.
Dalam rekaman tersebut, terlihat dua siswa terlibat kontak fisik di bagian belakang ruang kelas. Salah satu siswa yang mengenakan kaus olahraga merah-hitam tampak berhadapan dengan siswa lainnya hingga terjadi aksi saling dorong dan bantingan yang menyebabkan salah satu siswa terjatuh.
Sejumlah siswa lain yang berada di lokasi terlihat menyaksikan kejadian tersebut. Beberapa di antaranya juga terlihat merekam peristiwa menggunakan telepon seluler.
Warga Kampung Dente Makmur, Ponirin, mengatakan dugaan aksi perundungan dan perkelahian antar siswa di SMPN Satap 5 Dente Teladas disebut pernah terjadi sebelumnya.
"Iya, kejadian seperti perkelahian dan dugaan bullying sudah beberapa kali terjadi. Seperti pada Sabtu (18/7/2026), ada kejadian seorang siswa yang diduga menjadi korban perundungan di ruang kelas dan videonya tersebar," ujar Ponirin.
Ia berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi dan mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah.
"Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang dan pihak sekolah dapat memberikan perhatian serius serta melakukan pembenahan agar lingkungan belajar tetap aman bagi seluruh siswa," kata Ponirin.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)