TRIBUNSUMSEL.COM - Suasana duka tengah melingkupi keluarga Bertrand Antolin setelah kehilangan sosok ayah yang mendampingi hidupnya sejak lahir.
Setelah mengunggah pesan duka "Rest in Peace, Paps" di media sosial, Bertrand Antolin akhirnya buka suara meluruskan informasi mengenai sosok ayahnya yang tutup usia pada Jumat (24/7/2026).
Aktor tersebut mengonfirmasi bahwa sosok yang berpulang adalah ayah sambungnya.
Baca juga: Sempat Mengeluh Sakit, Jubir OIKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Rusun IKN
Bertrand menegaskan bahwa sosok yang berpulang tersebut bukanlah ayah biologisnya, melainkan ayah sambung yang telah mengasuh dan mendampingi hidupnya sejak ia masih balita.
"Bertrand harus menginformasikan dan meluruskan yang meninggal itu bukan papa kandung, bukan Papa Juhel. Tapi melainkan papa sambung yang sudah menjadi ayah saya sejak saya usia dua tahun. Walaupun berpisah sama nyokap dari gua umur 19, tetap dia bapak gua," ujar Bertrand, dikutip pada Minggu (26/7/2026).
Aktor berparas blasteran ini turut memohonkan maaf atas segala kekhilafan almarhum semasa hidupnya kepada kerabat dan rekan yang mengenal almarhum.
"Jadi gua menjawab buat teman-teman yang mungkin kenal almarhum bokap gua, maafin bapak gua ya karena pribadinya keras sekali dan unik. Maafin ya kalau ada salah biar beliau bisa beristirahat dengan tenang," tuturnya penuh haru.
Di sisi lain, Bertrand menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas gelombang ucapan belasungkawa, doa, dan perhatian dari keluarga, sahabat, hingga insan media.
Pihak manajemen juga mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian prosesi persemayaman hingga kremasi telah diselesaikan oleh pihak keluarga secara privat tanpa menggelar acara di rumah duka.
Sebelumnya, unggahan duka Bertrand itu langsung dipenuhi komentar dari warganet hingga rekan artis.
Lewat video klarifikasi yang diunggah di media sosialnya, Bertrand mengungkapkan bahwa dirinya dan sang adik sepakat untuk menjalani momen perpisahan terakhir ini dengan sangat privat. Kepergian ayah sambung dan pilih tolak semua karangan bunga.
Kabar duka datang dari aktor Bertrand Antolin. Ayah sambung yang telah membesarkannya sejak usia dua tahun baru saja mengembuskan napas terakhir.
Namun, ada yang berbeda dari cara Bertrand menghadapi kedukaan ini. Alih-alih menggelar prosesi besar, Bertrand memilih untuk mengurus segala keperluan jenazah secara mandiri dan menutup rapat akses bagi publik.
Lewat video klarifikasi yang diunggah di media sosialnya, Bertrand mengungkapkan bahwa dirinya dan sang adik sepakat untuk menjalani momen perpisahan terakhir ini dengan sangat privat.
Baca juga: Profil Troy Pantouw, Jubir OIKN Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Rusun IKN, Eks Jurnalis
Bertrand menceritakan betapa ia ingin memberikan pengabdian terakhir yang maksimal bagi sang ayah.
Tanpa melibatkan banyak staf, ia dan adiknya turun langsung menangani segala detail, mulai dari urusan rumah sakit hingga pencarian peti jenazah.
"Keputusan gue dan adik gua, kita pengen nggak ke-distract (terganggu) dalam mengurus bokap almarhum," ucap Bertrand seperti dikutip Grid.ID dari Instagram @bertrand1407, Minggu (26/7/2026).
"Mulai dari nganter ke rumah sakit, bolak-balik ke rumah sakit, sampai nyari peti, nyari pastor untuk his last rites sebelum beliau meninggal," ungkap Bertrand.
Saking ingin menjaga kesakralan momen tersebut, Bertrand bahkan memilih untuk tidak menggunakan jasa rumah duka umum. Prosesi dari rumah sakit langsung dilanjutkan ke kremasi setelah semua urusan selesai dalam waktu singkat.
Keinginan Bertrand untuk fokus sepenuhnya pada sang ayah juga ditunjukkan dengan kebijakan tegas menolak segala bentuk kiriman karangan bunga.
Padahal, kiriman tersebut biasanya mengalir deras sebagai bentuk simpati kepada figur publik.
Bertrand mengaku tidak mengizinkan stafnya memberikan alamat rumah duka kepada siapa pun, termasuk media, klien, maupun pejabat pemerintah yang ingin mengirimkan ucapan duka.
"Maaf buat teman-teman yang nanya alamat, mau mengirim bunga, rumah duka di mana... nggak ada kita balas. Semua bunga kita tolak, mau dari pejabat pun kita tolak," tegasnya.
Menurut Bertrand, hal ini dilakukan semata-mata agar keluarganya bisa memproses rasa duka tanpa gangguan teknis dari luar.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com