Trump Ingatkan Xi Jinping dan Putin Jika Diam-diam Bekingi Iran: Akibatnya Akan Sangat Buruk
Agung Budi Santoso July 26, 2026 09:06 PM

Trump ingatkan Xi Jinping dan Vladimir Putin jika diam-diam bekingi Iran: Akibatnya akan sangat buruk

TRIBUNSTYLE.COM - Trump Buka Suara soal Rusia dan China di Balik Iran, Peringatkan Konsekuensi 'Sangat Buruk' Jika Terbukti Terlibat. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya angkat bicara mengenai isu yang terus memicu spekulasi di tengah memanasnya konflik Washington dengan Teheran. Di tengah berbagai laporan intelijen yang menyebut adanya dugaan bantuan dari Rusia dan China kepada Iran, Trump justru mengaku masih percaya kedua negara itu tidak ikut bermain di balik layar.

Meski demikian, Trump melontarkan peringatan keras. Menurutnya, apabila Rusia maupun China terbukti membantu Iran, konsekuensi yang harus mereka hadapi akan "sangat buruk".

Baca juga: Trump Geleng-geleng Kepala, Pantas Teheran Susah Keok, Intel AS Telusuri Rusia Bocorkan Rahasia CIA

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (24/7/2026) waktu setempat.

"Saya tidak tahu apakah mereka (Rusia dan China) memfasilitasi (Iran). Saya rasa saya percaya mereka," kata Trump, sebagaimana dilansir Reuters.

Trump kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima jaminan langsung dari Presiden China Xi Jinping saat keduanya bertemu dalam pertemuan bilateral di Beijing beberapa waktu lalu.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan Xi menegaskan China tidak akan memasok senjata kepada Iran dalam kondisi apa pun, termasuk melalui perusahaan-perusahaan asal China.

"Presiden Xi, dalam pertemuan kami baru-baru ini di Beijing, China, mengatakan kepada saya bahwa dia tidak akan, dalam kondisi apa pun, memberikan atau menjual senjata kepada Iran. Dan pernyataan itu mencakup pula perusahaan-perusahaan China," tulis Trump.

Baca juga: Iran Dongkol Inggris Bekingi Trump, Teheran Jadikan Inggris Target Serangan Baru, Eskalasi Meluas

Tak hanya China, Trump juga mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberikan komitmen serupa untuk tidak menjual senjata kepada Iran.

Karena itu, Trump mengaku masih yakin Moskow dan Beijing tidak terlibat secara langsung dalam konflik yang kini terus memanas antara Amerika Serikat dan Iran.

Namun, ia menegaskan kesabarannya memiliki batas. Jika di kemudian hari ditemukan bukti bahwa kedua negara itu diam-diam membantu Teheran, dampaknya akan sangat serius.

"Jika mereka melakukannya, itu akan sangat buruk bagi mereka. Jelas bukan demi kepentingan terbaik mereka," tulis Trump di Truth Social.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran sendiri terus mengalami eskalasi sejak Februari 2026. Ketegangan meningkat tajam setelah operasi militer gabungan AS dan Israel menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut. Sejak saat itu, aksi saling serang dan ancaman balasan terus memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Menariknya, pernyataan Trump justru bertolak belakang dengan penjelasan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di hadapan anggota Senat beberapa hari sebelumnya.

Dalam sidang dengar pendapat, Hegseth mengungkapkan bahwa Rusia dan China memang memiliki tingkat keterlibatan tertentu dalam membantu Iran, meski ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk dukungan yang dimaksud.

"Ada cara-cara di mana kedua negara itu, pada tingkat yang berbeda-beda, memfasilitasi sejumlah hal yang dilakukan Iran, ya," ujar Hegseth.

Perbedaan pernyataan tersebut semakin memicu pertanyaan mengenai informasi intelijen yang dimiliki pemerintah AS.

Di sisi lain, empat sumber yang mengetahui laporan intelijen Amerika mengungkapkan bahwa serangan Iran terhadap sejumlah target CIA di kawasan Teluk telah memicu penyelidikan besar-besaran.

Badan intelijen AS kini menelusuri kemungkinan adanya bantuan dari Rusia, baik dalam bentuk informasi penargetan maupun transfer teknologi drone yang digunakan Iran.

Meski tudingan tersebut semakin menguat, Kremlin memilih bungkam. Saat dimintai tanggapan pada Kamis (23/7/2026), pemerintah Rusia menolak memberikan komentar terkait laporan intelijen tersebut.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat sejauh ini telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah individu dan perusahaan di Rusia maupun China yang dituduh membantu Iran memperoleh persenjataan.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Washington tetap menaruh kecurigaan terhadap adanya jaringan dukungan internasional yang memperkuat kemampuan militer Teheran, meski Trump sendiri masih menyatakan percaya pada jaminan yang diberikan Xi Jinping dan Vladimir Putin. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.