Bernardo Tavares : Persebaya Menang karena Kerja Keras, Bukan Faktor Hoki
Titis Jati Permata July 27, 2026 12:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menepis anggapan kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (26/7/2026) malam, semata-mata ditentukan faktor keberuntungan.

Meski gol tunggal Bajul Ijo lahir dari gol bunuh diri bek Persija, Radovan Pankov, pada menit ke-63, pelatih asal Portugal itu menilai hasil tersebut merupakan buah dari tekanan agresif dan kerja keras para pemainnya sepanjang laga Grup B Piala Presiden 2026.

"Saya menyukai cara tim kami bermain saat tidak menguasai bola. Mereka melakukan tekanan dengan sangat baik hingga memaksa lawan membuat operan yang buruk ke penjaga gawang, lalu kami bisa mencetak gol," ujar Bernardo Tavares seusai pertandingan.

Baca juga: Ernando Ari Tegaskan Persebaya Surabaya Siap Hadapi Rivalitas, Bajul Ijo Fokus di Piala Presiden

Menurut mantan pelatih PSM Makassar tersebut, keberuntungan tidak datang begitu saja, melainkan lahir dari usaha yang dilakukan tim di atas lapangan.

"Seperti yang selalu saya katakan, tim yang terlihat beruntung adalah tim yang bekerja lebih keras. Karena itu, para pemain pantas mendapatkan kemenangan ini," tegas pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Persebaya Dinilai Lebih Dominan

Bernardo menilai Persebaya tampil lebih baik dibanding Persija, terutama dalam menciptakan peluang berbahaya.

Ia mengingat hanya satu peluang emas Persija yang didapat Gustavo Almeida.

Sebaliknya, Persebaya memiliki beberapa kesempatan melalui Yann Mabella, Ramadhan Sananta, hingga Miguel.

"Saya rasa kami menciptakan lebih banyak peluang. Bahkan, seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol," katanya.

Statistik pertandingan mendukung pernyataan tersebut.

Persebaya melepaskan 10 tembakan dengan lima mengarah tepat ke gawang, sedangkan Persija mencatatkan tujuh percobaan dan empat di antaranya tepat sasaran.

Intensitas Laga Bak Final

Meski hanya berstatus turnamen pramusim, Bernardo mengaku terkejut dengan tingginya intensitas pertandingan antara Persebaya dan Persija.

Delapan kartu kuning dikeluarkan wasit Thoriq Alkatiri sepanjang pertandingan, dengan masing-masing tim menerima empat kartu kuning.

"Ini pertandingan yang sangat mengesankan untuk ukuran pramusim. Saya benar-benar terkejut dengan intensitas permainannya," ungkap Bernardo.

Tingginya tensi pertandingan bahkan membuatnya harus mengubah rencana pergantian pemain yang telah disiapkan sebelumnya.

"Karena intensitas pertandingan sangat tinggi, saya tidak bisa menjalankan rotasi pemain sesuai rencana," ujarnya.

Tekanan Persebaya Memaksa Persija Melakukan Kesalahan

Bek Persebaya, Risto Mitrevski, juga menilai kemenangan atas Persija merupakan hasil yang layak diraih timnya.

Menurut pemain asal Makedonia Utara itu, Persebaya tampil disiplin sebagai satu kesatuan tim dan sukses menjalankan strategi menekan pertahanan lawan.

"Persija memiliki skuad yang sangat bagus. Namun kami bermain sebagai satu tim, tetap kompak, memanfaatkan transisi, dan akhirnya bisa mencetak gol dari situasi tersebut," kata Risto.
Ia mengakui gol kemenangan memang berawal dari kesalahan lawan, tetapi kesalahan itu terjadi karena tekanan yang terus diberikan pemain Persebaya.

"Kami memang menekan lini belakang mereka agar melakukan kesalahan. Mungkin ada unsur keberuntungan dalam momen itu, tetapi kami juga menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan," ujarnya.
Risto menegaskan Persebaya belum ingin cepat puas karena kompetisi masih panjang.

"Kami harus terus belajar dan berkembang agar menjadi tim yang lebih kuat ke depannya," pungkasnya.
Persebaya Masih Sisakan Dua Laga
Kemenangan atas Persija menjadi modal penting bagi Persebaya di Grup B Piala Presiden 2026. Bajul Ijo masih memiliki dua pertandingan tersisa, yakni menghadapi PSMS Medan pada Rabu (29/7/2026) dan Port FC pada Sabtu (1/8/2026).

Dua tim terbaik dari Grup B akan memastikan tiket ke babak semifinal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.