Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Ajang Indonesia's Horse Racing (IHR) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri I Indonesia Derby 2026 resmi berakhir di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).
Kejuaraan bergengsi tersebut menyedot antusiasme luar biasa. Lebih dari 24.000 penonton memadati arena untuk menyaksikan persaingan 154 kuda pacu terbaik dari berbagai daerah di Indonesia memperebutkan total hadiah Rp 1 miliar.
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan poin tertinggi dari delapan kelas utama Kejurnas. Posisi kedua ditempati Jawa Barat, disusul Jawa Tengah di peringkat ketiga.
Keberhasilan Sulawesi Utara ditentukan salah satunya lewat kemenangan Zilong Rimboka yang menjuarai Kelas 3 Tahun Derby 2.000 meter, mengungguli Monochrome (Sulawesi Utara) di posisi kedua dan Suntora Berjaya (DKI Jakarta) di posisi ketiga.
Baca juga: Indonesia Derby 2026 di Pangandaran Sedot Ribuan Penonton, Susi Pudjiastuti: Ekonomi Menggeliat
Sementara itu, kontingen Jawa Barat mengumpulkan poin penting melalui kemenangan Fiona of Khalim di Kelas 3 Tahun Remaja 1.600 meter dan Marino the King di Kelas 2 Tahun Pemula A/B 1.400 meter.
Jawa Barat juga menambah poin melalui Princess Gavi dan Scarlett the Queen yang masing-masing finis di posisi kedua pada kelasnya.
Kontingen Jawa Tengah turut tampil kompetitif melalui kemenangan Lord Montjeu T.A. di Kelas 3 Tahun THB INA, disusul YATarim T.A. yang meraih podium kedua di Kelas 4 Tahun C/D, serta Nasron Aziza T.A. yang finis ketiga di Kelas 2 Tahun THB INA.
Pada satu kelas paling bergengsi, Kelas 4 Tahun A/B 2.000 meter, kontingen Papua Selatan berhasil menempatkan dua kudanya di podium melalui Kashmir BB sebagai juara pertama dan Duke BB di posisi ketiga.
Secara keseluruhan, sebanyak 54 kuda berhasil naik podium pada 18 kelas yang dipertandingkan.
Untuk kategori stable, King Halim Stable menjadi yang paling dominan dengan raihan lima podium. Sementara BHM Stable & Djons Stable, Miranda Stable, dan Tombo Ati Stable masing-masing mengoleksi tiga podium.
Di kategori joki, Angel Manarisip tampil sebagai peraih podium terbanyak dengan enam podium, diikuti Falentino Sangian dan Jemmy Runtu yang sama-sama mengumpulkan empat podium.
CEO SARGA.CO, Nugdha Achadie, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa olahraga pacuan kuda terus berkembang di Indonesia.
"Hari ini kami menyaksikan antusiasme yang sangat tinggi, baik dari kontingen yang mengirimkan atlet terbaik maupun masyarakat yang sejak pagi memadati Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa. Ini bukti pacuan kuda terus berkembang dan memiliki potensi menjadi sportainment modern yang semakin diminati masyarakat," ujar Nughda melalui rilis yang diterima Tribun Jabar, Senin (27/7/2026) pagi.
Ketua Komisi Pacu PP PORDASI, Munawir, mengatakan Kejurnas Seri I yang mempertandingkan kelompok umur akan dilanjutkan dengan Kejurnas Seri II yang mempertandingkan kelompok ketinggian untuk menentukan peraih Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, penyelenggaraan Kejurnas di lokasi berbeda adalah bagian dari pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Founder dan CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti, mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia Derby 2026 di Pangandaran.
Ia berharap Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai pusat pacuan kuda nasional yang mampu menjadi tuan rumah kejuaraan setiap tahun.
Sementara itu, Director of Sales NEP Middle East & Asia (Southeast Asia), Sherman Tan, menyatakan kolaborasi NEP dengan SARGA.CO di Indonesia Derby menjadi langkah awal menghadirkan kualitas siaran bertaraf internasional untuk memperkenalkan pacuan kuda Indonesia kepada dunia.
Menambah daya tarik, Indonesia Derby 2026 juga menjadi momentum dimulainya siaran langsung berbahasa Inggris melalui kanal YouTube Indonesia's Horse Racing, sebagai bagian dari implementasi tema Race to the World Stage.
"Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa sendiri merupakan satu dari dua lintasan pacuan kuda tepi pantai di dunia, menawarkan pengalaman unik dengan latar Samudera Hindia yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun penonton," kata Sherman.
Indonesia Derby 2026 merupakan seri kelima dari 8 agenda dalam kalender Indonesia's Horse Racing 2026. Rangkaian kejuaraan selanjutnya akan berlanjut pada IHR Cup di Sumatera Barat pada Agustus mendatang. (*)