TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Kecelakaan maut truk bermuatan kertas di Jalan Raya Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7/2026) pagi, tidak hanya meninggalkan korban jiwa, tetapi juga menyisakan trauma bagi warga yang rumah dan tempat usahanya berada di lokasi kejadian.
Di tengah insiden tabrakan beruntun yang menewaskan empat orang itu, sejumlah warga mengaku berhasil selamat hanya karena selisih waktu beberapa detik. Mereka menyaksikan rumah dan tempat usaha mengalami kerusakan setelah dihantam truk yang diduga mengalami rem blong.
Hakim, pemilik bengkel di tepi Jalan Raya Gempol, mengatakan masih berada di dalam bangunan saat kecelakaan terjadi. Pagi itu ia belum sempat membuka bengkel ketika terdengar suara benturan keras dari arah jalan.
"Saya masih di dalam, belum sempat buka toko. Tiba-tiba terdengar suara benturan sangat keras," ujarnya.
Menurut Hakim, truk yang datang dari arah Malang diduga rem blong. Kendaraan tersebut lebih dulu menabrak sejumlah kendaraan di depannya sebelum terus melaju dan menghantam bangunan di sepanjang jalan.
Baca juga: Evakuasi Sopir Truk Terjepit Kecelakaan Beruntun Gempol Berlangsung Dramatis Hampir 3 Jam
"Truknya dari arah Malang. Setelah menabrak kendaraan di depan, masih terus melaju dan menghantam rumah-rumah. Ada korban di dekat sini, langsung dibawa ke rumah sakit. Katanya kakinya patah," katanya.
Hakim bersyukur belum berada di bagian depan bengkel saat kejadian. Ia menilai, jika membuka usahanya beberapa menit lebih awal, kemungkinan dirinya ikut menjadi korban.
Bengkelnya tidak mengalami kerusakan berat. Benturan hanya merusak satu tiang penyangga, sedangkan bangunan di sebelahnya mengalami kerusakan lebih parah.
"Yang kena di tempat saya hanya satu tiang. Tapi bangunan sebelah, kanopi dan gerbangnya rusak cukup parah," tuturnya.
Kesaksian serupa disampaikan Akhmad, warga yang rumah sekaligus tokonya ikut terdampak kecelakaan tersebut.
Baca juga: Empat Orang Tewas dan Enam Luka dalam Kecelakaan Beruntun di Gempol Pasuruan
Saat peristiwa berlangsung, Akhmad sedang berada di luar rumah setelah pulang dari Pasar Kepulungan. Ketika tiba di rumah, ia mendapati truk sudah berhenti tepat di samping bangunannya setelah menghantam bagian depan rumah.
"Saya tidak melihat langsung kejadiannya karena baru pulang dari pasar. Sampai rumah, truk sudah menabrak rumah saya," katanya.
Kecemasan Akhmad semakin besar karena saat kejadian istri dan anaknya berada di dalam rumah. Sang istri diketahui sedang memasak ketika terdengar suara benturan keras.
Seluruh anggota keluarganya selamat tanpa mengalami luka, meski bagian depan rumah dan toko mengalami kerusakan.
"Istri dan anak saya ada di dalam. Alhamdulillah tidak sampai terluka. Yang rusak bagian depan rumah dan toko," ujarnya.